Connect with us

Nusantara

Tekan Stunting, Warga Bojonegoro Diajak Gemar Makan Ikan

Avatar

Diterbitkan

pada

Ketua Forikan Jawa Timur, Arumi Bachsin (tengah) saat menyebar 25.000 ekor benih ikan di Bojonegoro. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur mengakui konsumsi ikan di provinsi ini masih terbilang rendah. Data Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) bahkan menyebut sekitar 41,44 kg per kapita setahun.

Menurut Ketua Forikan Provinsi Jawa Timur, jumlah tersebut menjadikan kebutuhan masyarakat tentang Omega3 dan protein yang terdapat dalam ikan kurang terpenuhi. “Sebanyak 40 kg kalau didatangkan secara bersamaan ya memang banyak. Tapi kalau dibagi selama setahun, ini masih sedikit sekali,” ujarnya, Selasa (15/3/2022).

Dia kemudian membandingkan dengan konsumsi ikan negara maju seperti Jepang yang tiap tahunnya mencapai 70-75 kg per kapita. karena itulah, pihaknya mengajak masyarakat untuk gemar memakan ikan untuk menurunkan angka stunting, dan angka kematian ibu dan anak.

Ajakan tersebut disampaikan Arumi saat melakukan Kampanye Gemar Makan Ikan di Balai Desa Sobontoro, Kec. Balen, Kab. Bojonegoro. Acara kali ini difokuskan di Bojonegoro karena wilayah ini merupakan satu dari empat kabupaten dengan angka stunting dan kematian ibu-anak yang masih tinggi.

Menurut Arumi, tantangan yang mungkin dihadapi masyarakat adalah tak adanya laut di Bojonegoro. Meski begitu, ia menilai bahwa hal ini tidak bisa menjadi alasan untuk tidak dapat mengkonsumsi ikan.

Advertisement

“Tidak ada laut, masih bisa makan ikan. Karena semua ikan baik dari laut maupun air tawar sama-sama punya gizi tinggi. Jadi tidak perlu khawatir kalau ingin makan bernutrisi harus mahal, yang penting tahu mana yang harus dimakan untuk bisa menjadi masyarakat penuh gizi,” ujarnya.

Istri dari Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak itu kemudian berharap agar Pemkab Bojonegoro bersinergi dengan Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan kualitas perikanan daerah. Karena menurutnya, memang harus adanya intervensi dari pemerintah. Selain itu, kampanye serupa juga perlu dilakukan di berbagai daerah dengan menggandeng pihak-pihak terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Arumi juga membagikan 200 paket produk perikanan untuk masyarakat sekitat Desa Sobontoro dan sekitarnya. Paket itu berisi 2 kg ikan segar, 2 kg ikan kering, beserta olahan ikan lainnya. Di antaranya adalah steak ikan, scallop, bakso ikan, serta abon ikan.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement