Nusantara

Tak Terpilih, Cakades Di Probolinggo Gantung Diri

Published

on

Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA: Seorang cakades yang kalah suara dalam pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar Februari kemarin, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Korban berinisial A (50) yang bunuh diri di dapur rumahnya itu merupakan mantan cakades di Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Menurut Kapolsek Bantaran, AKP S Harianto, pihaknya bersama petugas Puskesmas yang mendatangi lokasi kejadian dan tidak menemukan ada tanda bekas kekerasan di tubuh korban gantung diri tersebut. “Korban adalah eks cakades tak terpilih dalam Pilkades,” ujarnya, Jum’at (18/3/2022).

Jazad cakades ini pertama kali ditemukan tergantung oleh anaknya yang hendak ke dapur berada di dekat kandang belakang rumah. Anak korban kaget melihat sang ayahnya gantung diri, langsung berteriak meminta tolong tetangganya.

Jazad korban diketahui menggantung pada kerangka atap dapur rumah, dengan tali menjerat leher. Menurut adik korban, Ayumi, semasa hidup kakaknya itu tidak pernah mengeluhkan soal kekalahannya dalam pilkades tersebut.

Dia mengaku hubungannya dengan sang kakak tergolong harmonis. Tapi karena tinggal beda rumah, dia baru mengetahui kondisi sang kaka setelah dikabari anak korban.

Advertisement

Korban diduga sengaja mengakhiri hidupnya dengan menggunakan tali tampar biru. Ditemukan pula handuk lusuh yang menyatu dengan tali. Tali itu diikat di konstruksi kayu atap dapur rumah. Diduga korban gantung diri saat kondisi rumah sepi.

Polisi memastikan cakades ini memang meninggal dunia karena gantung diri. Pihak keluarga menolak jenazah korban diautopsi karena hendak langsung dimakamkan. Selanjutnya mereka diminta untuk menandatangani surat pernyataan.***

Exit mobile version