Connect with us

Nusantara

Sepeda Motornya Dikenali Warga, Pencuri Barang Elektronik Masjid Diringkus Polisi

Diterbitkan

pada

Pelaku saat diamankan polisi. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Seorang pelaku pencurian dua unit perangkat elektronik sound system alat mixer, milik Masjid Baiturrahman Jalan Raya Kuwukan RT 3 RW 6 Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, akhirnya tertangkap.

Keberadaan pelaku berinisial S (52) terlacak gara-gara warga mengenali motor milik pencuri yang terparkir di depan sebuah penginapan di sekitar lokasi kejadian, pada Rabu (25/5/2022) malam.

Menurut Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya,Kompol Hakim, barang hasil jarahannya itu sudah dijual murah, secara online lewat facebook. “Barang curian sudah dijual laku Rp1,6 juta,” ujarnya, Minggu (29/5/2022).

Seperti diketahui, aksi pencurian itu terekam kamera CCTV masjid. Dua video yang kemudian viral di berbagai media sosial itu menayangkan aksi pelaku saat menjarah barang elektronik tersbeut.

Dari vidoe tersebut, wajah pelaku yang mengenakan jaket hitam, jelana jeans, membawa tas ransel dan mengendarai sepeda motor itu terekam jelas.

Advertisement

Ulah pelaku yang menyebabkan kerugian hingga Rp6 juta itu langsung dilaporkan ke polisi. Karena pencurian di lingkungan masjid itu sudah berulangkali terjadi.

Keberadaan pelaku diketahui, saat seorang warga melihat ada motor yang mirip dengan motor milik pelaku yang viral di media sosial. Motor bebek warna merah itu terparkir di depan sebuah penginapan di Jalan Kuwukan.

Saat dicocokkan dengan video yang beredar, ternyata benar motor itu milik pelaku yang menggasak perangkat elektronik milik masjid. Selanjutnya warga berkoordinasi dengan Polsek Lakarsantri untuk melakukan penangkapan.

Belakangan diketahui, pelaku yang berprofesi sebagai pedagang elektronik itu merupakan pendatang asal Kabupaten Lumajang, yang tinggal di Kota Surabaya.

Pelaku berada di penginapan itu bersama keluarganya yang ternyata tidak tau menahu dengan ulah pelaku yang baru saja mencuri harta benda milik masjid.

Advertisement

Kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kemungkinan pelaku beraksi di tempat lain.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement