Home NasionalNusantara Sebar Video Hoax Tentang Meninggal Usai Divaksin, Muksi Ditangkap Polisi

Sebar Video Hoax Tentang Meninggal Usai Divaksin, Muksi Ditangkap Polisi

oleh Akbar Surya

Tangkapan layar video yang viral. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Seorang pemuda warga Dusun Benusan, Desa Karangbudi, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep diringkus polisi karena telah menyebarkan video hoax yang meresahkan masyarakat. Pelaku Muksi membuat video viral tentang tetangganya Seniwati (43) yang disebut meninggal usai mengikuti Vaksin Sinovac.

Menurut Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya, kabar yang disebar lewat video pelaku itu tidak benar. “Ibu Seniwati belum vaksin. Beliau meninggal karena sakit yang dideritanya,” ujarnya, Senin (12/7/2021).

Video berdurasi 42 detik yang diambilnya sendiri dari HP pelaku diawali dengan gambar kedatangan Ambulans dari Puskesmas Gapura, yang sedang mengantarkan jenazah Seniwati ke rumah duka. Sambil mengambil gambar, Muksi memberikan narasi bahwa almarhumah meninggal usai divaksin.

Video yang disebar lewat media sosial itu langsung viral dan memicu keresahan warga. Pihak keluarga yang melihat video sarat kebohongan itu langsung memberikan klarifikasi.

Menurut pihak keluarga, almarhumah yang mempunyai riwayat sakit tipus dan Kolesterol itu dibawa ke Puskesmas Gapura pada Jumat (9/7/2021) karena mengeluh demam. Oleh petugas medis setempat almarhumah yang hendak dirujuk ke RSUD dr Moh Anwar itu, diminta rawat inap di Puskesmas, sambil menunggu ada kamar kosong di RSUD.

Tapi sebelum sempat dirujuk ke RSUD dr H Moh Anwar, Seniwati keburu meninggal pada Sabtu (10/7/2021) pada pukul 08.30 WIB. Pihak keluarga juga memastikan bahwa almarhum belum pernah divaksin Covid-19.

Polisi yang mengetahui kabar hoax itu langsung memburu sang pembuat video hoax tersebut. Muski ditangkap karena ulahnay telah meresahkan masyarakat. Menurut Rahman Wijaya, bila video hoax itu dibiarkan, bakal semakin banyak masyarakat yang takut divaksin.

Oleh polisi, pelaku yang kini sudah ditahan di Polres Sumenep itu akan dijerat pasal 45a ayat 1 juncto pasal 28 ayat 1 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang UU ITE. Pelaku terancam hukuman kurungan 6 tahun Penjara.***

 

Tinggalkan Komentar