Nusantara

Ratusan Unit Huntara Untuk Korban Terdampak Erupsi Semeru Selesai Dibangun

Published

on

Huntara yang selesai dibangun. (foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Sebanyak 118 Hunian Sementara (Huntara) di lahan relokasi Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang sudah selesai dibangun dan siap ditempati oleh para korban erupsi Gunung Semeru. Pemerintah juga sedang berupaya mempercepat pembangunan yang masih dalam proses.

Menurut Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat ini ada 53 unit yang masih dalam proses pembangunan. “Sebagian sudah mulai proses membangun, kemarin saya kesana sudah ada yang jadi beberapa unit, kemudian milik Pramuka Peduli Insyaallah, diperkirakan tanggal 10 Februari besok bisa rampung sekitar 19 unit, dan dari ACT juga masih proses,” ujarnya, Kamis(10/2/2022).

Dia menjelaskan bahwa pembangunan Huntara bagi warga terdampak Semeru itu akan terus dipercepat, sehingga sebelum bulan Ramadan 1443 H, masyarakat sudah bisa menempati hunian yang disediakan. Selain itu, pemerintah daerah rencananya akan membangun Huntara sekitar hampir 2.000 unit.

Setelah rampung 100 persen nantinya, baru akan diserahkan kepada masing-masing keluarga, terutama bagi rumah warga yang hancur atau rusak serta berada pada zona merah. “Jadi ini langsung diserahkan ke masing-masing KK, sambil kita berproses lahan negara ini untuk pelepasannya. Sehingga nanti bisa menjadi sertifikat hak milik, bagi warga terdampak,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, usai menerima bantuan dari Asosiasi UPK DPAM Eks PNPM yang diserahkan secara simbolis menjelaskan bahwa progress pembangunan hunian sementara dan hunian tetap yang ada saat ini, sedang dilakukan oleh para NGO dan Kementerian PUPR. “Hunian tetap ini progressnya sudah mau nyalip yang hunian sementara, pembangunannya memang cepat,” ungkapnya.

Advertisement

Proses relokasi dan recovery terhadap masyarakat terdampak Erupsi Gunung Semeru berlangsung sangat cepat, kurang dari 3 bulan sudah ada lahan relokasi dan proses pembangunan. “Ini percepatan yang banyak diapresiasi, antara recovery yang progressnya sudah cepat, di daerah lain itu 3 tahun, ada yang 2 tahun,” ujarnya.***

Exit mobile version