Connect with us

Nusantara

Pria Surabaya Jual Istri Siri Ke Pria Hidung Belang Di Kamar Kos

Avatar

Diterbitkan

pada

Polisi saat menunjukkan tersangka dan barang bukti. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Jajaran Polsek Asemrowo meringkus seorang pria yang nekat menjual istri sirinya sendiri untuk melayani pria hidung belang.

Kedok tersangka berinisial E (24) itu terungkap atas laporan warga yang curiga kerap melihat pria tak dikenal sering keluar masuk kamar kos tetangganya tersebut.

Menurut Kapolsek Asemrowo, Kompol Hari Kurniawan melalui Kanitreskrim Iptu Daniel, bisnis haram dilakukan keluarga dengan 2 anak itu di kamar kos. “Anaknya diajak keluar kamar dulu kalau istrinya mau melayani tamu,” ujarnya, Selasa (12/7/2022).

Kronologis kejadian bermula dari informasi warga yang curiga tentang kegiatan tersangka. Polisi yang datang ke lokasi di Jalan Tambak Pokak gang II Surabaya, mendapati istri pelaku sedang melayani pria hidung belang.

Tersangka yang diinterogasi mengaku sudah 15-20 kali menjual istrinya kepada pria hidung belang. Dalam aksinya, pelaku memajang foto istrinya di media sosial.

Advertisement

Tersangka menawarkan istrinya sebesar Rp250-500 ribu untuk setiap kali transaksi. Ketika ada yang tertarik, komunikasi dilanjutkan dengan ponsel.

Selanjutnya tersangka mengajak konsumennya itu untuk nendatangi rumah kostnya tersebut.

Kepada polisi, tersangka yang merupaka pekerja serabutan itu, mengaku penghasilannya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan dua anak yang masih kecil.

Sang istri awalnya menolak permintaan sang suami untuk menjadi pekerja seks komersial tersebut. Tapi karena diancam, dia akhirnya pasrah dan merelakan tubuhnya dinikmati oleh para hidung belang.

Dari uang hasil transaksi itu, sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan sisanya diambil oleh tersangka.

Advertisement

Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya uang tunai sebesar Rp300 ribu, 3 unit handphone Android, beberapa pakaian dalam korban dan pelanggan.

Oleh polisi, tersangka akan dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau pasal 296 KUHP. Tersangka terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement