Home NasionalNusantara Polres Trenggalek Bongkar Praktek Bisnis Seks Menyimpang

Polres Trenggalek Bongkar Praktek Bisnis Seks Menyimpang

oleh Akbar Surya

Tersangka saat ditunjukkan ke media.

FAKTUAL-INDONESIA: Jajaran Polres Trenggalek membongkar bisnis seks menyimpang yang dijajakan secara online. Pelaku berinisial YW (35) yang warga Mojoroto, Kediri itu bahkan memanfaatkan istrinya sendiri untuk layanan seks bertiga (threesome) bertarif jutaan rupiah.

Menurut Wakapolres Trenggalek, Kompol Heru Dwi Purnomo, pelaku YW yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu menawarkan fantasi seks bertiga bersama istrinya, melalui media sosial twitter. “Tersangka senang melihat istrinya berhubungan badan secara tidak normal, yaitu hubungan suami istri dengan tiga orang secara bersamaan,” ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat tentang adanya praktek prostiusi online di salah satu hotel di Trenggalek. Jajaran Satreskrim menindaklanjuti informasi itu dengan melakukan penggerebegan pada Selasa (14/9/2021) zsekitar pukul 15.30 WIB.

Petugas yang memeriksa salah satu kamar hotel itu menemukan 2 orang pria dan 1 perempuan. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Trenggalek untuk penyidikan lebih lanjut.

Kepada polisi, tersangka mengaku telah tiga tahun menjalankan bisnis threesome di berbagai kota. Selain Trenggalek, pasangan suami istri yang punya kelainan orientasi seks ini juga pernah melayani hubungan seks bertiga di Surabaya dan Kediri.

YW mengakui, ide untuk menawarkan layanan aktivitas seks menyimpang itu berasal dari dirinya. YW menawarkan layanan bertiga itu lewat media sosial Twitter dengan tarif Rp1,5 juta untuk sekali kencan. Saat ada pelanggan, mereka akan menuju kota atau ke lokasi terdekat dari pelanggan.

Selain karena masalah kelainan seksual, bisnis itu mereka jalankan karena pertimbangan ekonomi. Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari uang tunai Rp2,5 juta, alat kontrasepsi jenis kondom, beberapa pakaian dalam, handphone, bill hotel dan satu unit sepeda motor.

Sementara terhadap YW, petugas menjerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 296 KUHPidana Subs 506 KUHPidana, Pasal 506 KUHPidana dan Pasal 29 jo pasal 4 ayat 1 huruf d dan e UU RI No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi atau pasal 45 ayat (1) Undang-undang RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-undang No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.***

Tinggalkan Komentar