Home NasionalNusantara Polres Bangkalan Amankan Pelaku Sejumlah Kasus Kejahatan

Polres Bangkalan Amankan Pelaku Sejumlah Kasus Kejahatan

oleh Akbar Surya

Para pelaku kejahatan yang berhasil diamankan. (Foto Istimewa)

FAKTUALid – Jajaran Polres Bangkalan, mengungkap 5 kasus tindak kejahatan dan mengamankan 8 tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2021. Para tersangka ini terjerat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat), hingga kasus kepemilikan bahan peledak di wilayah Bangkalan.

Menurut Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino, tersangka curanmor SA (27) beraksi di Jalan KH Abd Muin, Kelurahan Pejagan ketika melihat sepeda motor nopol M 6243 GW terpakir dengan kunci kontak masih melekat. “Tersangka H (32) beraksi dengan merusak kunci setir motor. Dari tangan tersangka H, kami menyita satu unit sepeda motor beserta STNK NF 1000 dengan nopol L 3092 HB,” ujarnya, Senin (12/7/2021).

Tersangka lain, MM (2) yang warga Desa Bilaporah, Kecamatan Socah itu melakukan pencurian motor di Desa Parseh dengan cara merusak kunci setir sepeda motor. Dari tersangka ini, polisi mengamankan barang bukti motor dan STNK Vario nopol M 3349 HE.

Sementara dari dua tersangka kasus curat, polisi mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Satria warna merah-hitam nopol dan 10 unit tablet Samsung Tab A warna hitam. “Total motor yang kami sita selama Ops Sikat Semeru sejumlah empat unit dan 10 unit tablet Samsung,” ujarnya.

Selain para eksekutor, polisi juga mengamankan K (50), warga Desa Jambu, Kecamatan Burneh yang berperan sebagai penadah. Barang bukti yang diamankan dari rumah K berupa satu unit Honda Vario beserta STNK bernopol M 3349 HE dan foto copy STNK dan BPKB sepeda motor nopol M 6243 GW.

Tersangka ini akan dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun, karena menyimpan, menguasai, sekaligus membeli, dan menerima kendaraan bermotor yang diduga hasil dari tindak kejahatan.

Sedangkan para tersangka curanmor dan curat dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Dua pelaku penyalahgunaan bahan peledak dijerat Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. ****

Tinggalkan Komentar