Connect with us

Nusantara

Polisi Ungkap Kasus Penipuan Bermodus Investasi Usaha Tabung Elpji

Avatar

Diterbitkan

pada

Polisi saat menunjukkan barang bukti. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Seorang warga Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan Bondowoso diringkus polisi karena tersandung kasus penipuan bermodus jual beli tabung elpiji. Pelaku diduga berhasil membawa kabur uang Rp20 miliar dari par akorbannya.

Menurut Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko SIK, pelaku memperdayai korbannya adalah menawarkan investasi usaha jual beli tabung elpiji 3 Kg. “Pelaku kami amankan setelah dilaporlkan oleh 6 korbannya,” ujarnya, Senin (18/7/2022).

Menurut Kapolres, modus yang dilakukan pelaku adalah dengan menawarkan investasi usaha jual beli tabung LPG ukuran 3 Kg. Pelaku kepada korbannya menjanjikan akan memberikan keuntungan setiap 3 hari sekali sesuai dengan nilai investasi yang disetorkan.

Terduga pelaku mengiming-imingi para korbannya dengan keuntungan yang menggiurkan. Keuntungan itu dijanjikan akan dibagikan setiap 3 hari sekali, dengan jumlah sesuai investasi atau modal yang diserahkan para korbannya.

Tapi ternyata, pelaku tidak pernah memberikan keuntungan kepada korbannya. Bahkan modal milik korbannya juga tidak dikembalikan.

Advertisement

Para korbannya mulai kesal, karena belakangan pelaku sudah tidak bisa ditemui. Para korban yang juga kesulitan menghubungi nomor handphone pelaku, akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Bondowoso.

Dari 6 korban yang melapor itu, total kerugiannya mencapai Rp2,5 miliar. Tapi dari hasil pemeriksaan, ternyata jumlah korbannya sudah mencapai puluhan orang. Uang para korban yang dibawa kabur pelaku itu mencapai Rp20 miliar.

Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantarannya perjanjian investasi DO (delivery order), 8 lembar bukti transfer para korban yang dikirim ke beberapa rekening milik pelaku, mulai dari nominal Rp20 juta hingga Rp200 juta.

Oleh polisi, pelaku akan dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. “Pelaku kami jerat dengan pasal 378 dan 372,” ujarnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement