Connect with us

Nusantara

Polisi Gerebeg Rumah Produksi Petasan Di Kediri

Avatar

Diterbitkan

pada

Tiga tersangka yang diamankan polisi. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Jajaran Polsek Wates Kediri menemukan bubuk petasan saat menggerebeg sebuah rumah produksi petasan di Desa Blabak Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Polisi juga mengamankan 3 terduga pelaku dari kasus tersebut.

Menurut Kapolsek Wates, AKP Suharyanta, pengungkapan kasus itu bermula dari laporan masyarakat yang mengeluhkan banyaknya petasan di daerahnya. “Sekali produksi, mereka bisa sampai 5 kilogram, sehari tiga kali produksi,” ujarnya, Minggu (10/4/2022).

Tiga pelaku yang diamankan itu, masing-masing DYP (19) dan MNA (22) yang memproduksi bahan petasan hingga 15 kilogram. Polisi juga mengamankan MNS (20) yang bertugas sebagai pengantar pesanan. Polisi juga menyita 17 kilogram bahan petasan siap edar.

Sebelumnya, Polsek Wates menangkap kurir bahan petasan saat bertransaksi COD di Desa Silir, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menggrebek rumah produksinya di Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.

Dari rumah tersangka ini diamankan 8 kilogram bubuk petasan. Kasus ini dikembangkan hingga akhirnya berhasil menangkap dua pembuat bubuk petasan di Desa Blabak Kandat.

Advertisement

Kepada polisi, mereka mengaku menjual petasan secara online dengan harga Rp200 ribu per kilogram. Sejak awal Ramadan hingga sekarang mereka sudah menjual 80 kilogram bubuk petasan.

Menurut Kapolsek, petasan yang dibuat berkualitas nomor dua dengan bahan campuran belerang, aluminium powder, bubuk potasium klorat KCL-O3, dan semen. Untuk satu kilogram bahan petasan jadi dijual dengan harga Rp200 ribu rupiah. Dari penjualan itu kurir mendapatkan upah Rp20 ribu per kilo.

Saat ini ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Wates. Mereka terancam dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukumam maksimal 20 tahun penjara.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca