Home NasionalNusantara Polisi Buru Bos Perusahaan Penagihan Pinjaman Online

Polisi Buru Bos Perusahaan Penagihan Pinjaman Online

oleh Akbar Surya

Ilustrasi.

FAKTUAL-INDONESIA: Pengusutan kasus pinjaman online (pinjol) ilegal di Surabaya terus berlanjut. Kini Polda Jatim sudah menetapkan bos perusahaan penagihan PT Duyung Sakti Indonesia, yang sedang berada di luar negeri.

Menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Subdit Siber Ditreskrimsus sudah menetapkan bos perusahaan pinjol diduga ilegal itu dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Kami berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Bareskrim untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (26/10/2021).

Seperti diketahui, PT Duyung Sakti Indonesia sendiri merupakan perusahaan jasa penagihan yang belum lama digerebeg jajaran Polda Jatim. Perusahaan penagihan yang bekerja disertai dengan ancaman ini, melayani 36 perusahaan pinjol diduga ilegal yang beroperasi di berbagai daerah.

Dari 36 perusahaan pinjol yang dilayaninya itu, hanya satu perusahaan saja yang sudah terdaftar di otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Duyung Sakti pun menjalankan bisnisnya dengan cara yang juga dianggap melanggar aturan.

Bahkan nasabah pinjol yang melunasi hutangnya, tetap ditagih dan diancam akan disebarluaskan data pribadinya. Berdasarkan modus yang dilakukannya, perusahaan itu menerima data nasabah dari kliennya, yang belum melunasi hutangnya. Selanjutnya, Duyung sakti menunjuk sejumlah karyawannya untuk menagih dengan ancaman.

Sebelumnya, Polda telah menangkap dan menetapkan tiga tersangka desk collection di Surabaya maupun di Jawa Barat. Mereka adalah APP, ASA, dan RH. Para tersangka itu akan dijerat dengan Pasal 27, 29, dan 45 Undang-Undang 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.***

Tinggalkan Komentar