Home NasionalNusantara Polisi Amankan Penipu Bermodus Penjualan Tabung Oksigen

Polisi Amankan Penipu Bermodus Penjualan Tabung Oksigen

oleh Akbar Surya

Ilustrasi

FAKTUALid – Jajaran Polrestabes mengamankan seorang pria pengangguran yang melakukan penipuan bermodus penjualan tabung oksigen. Pria berinial HK (46) yang warga Panca Warna, Gresik itu diringkus polisi berdasarkan laporan salah satu korbannya William warga Surabaya, yang terlanjur mentransfer uang Rp 7,5 juta.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, usai mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan yang mengarah pada tersangka HK. “Kami amankan pula kartu ATM berisi uang Rp2,5 juta, sisa hasil kejahatan,” ujarnya, Sabtu (24/7/2021).

Kronologis kejadian bermula saat korban William, sedang kebingungan mencari tabung oksigen untuk salah satu keluarganya yang sedang kritis karena Covid-19. Korban yang melihat akun Facebook ‘Meriang Hati’ sedang menawarkan tabung seharga Rp7,5 juta itu langsung tertarik.

Pada tanggal 21 Juli 2021, korban menghubungi nomor yang tertera dan langsung melakukan transaksi secara online dengan mentransfer uang Rp 7,5 juta ke rekening atas nama Hanafi Umar.

Tapi ternyata tabung yang dia pesan tak kunjung dikirim. Korban mulai curiga telah menjadi korban penipuan, setelah nomor telepon pemilik akun tersebut sudah tidak bisa dihubungi lagi. Kasus itupun dilaporkan ke polisi.

Polisi yang bergerak cepat akhirnya berhasil menemukan tersangka di rumahnya, Gresik, pada Jumat (23/7/2021). Tersangka tak berkutik dan mengakui perbuatannya.

Kepada polisi, tersangka mengaku sengaja melakukan penipuan dengan modus tabung oksigen, karena barang itu sedang dicari oleh orang banyak. Tersangka sendiri tidak pernah memiliki stok tabung oksigen seperti yang ditawarkannya.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa screnshoot chat Facebook, bukti transfer uang sebesar Rp7,5 juta dan sebuah Hand Phone untuk sarana transaksi. Oleh polisi, tersangka akan dijerat dengan pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 tentang tentang informatika dan transaksi elektronik dan atau pasal 378 KUHP.***

Tinggalkan Komentar