Nusantara

Lima Jam Bertahan Di Atas Triplek, 4 ABK KLM Anugrah Illahi Selamat

Published

on

Keempat ABK yang selamat karena menumpang triplek selama 5 jam. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Sebuah kapal pengangkut material tenggelam usai diterjang ombak besar di Perairan Sepudi, Kabupaten Sumenep, pada Senin (23/5/2022). Beruntung seluruh ABK yang berjumlah 4 orang, selamat karena menumpang papan triplek yang sedang mereka angkut.

Menurut Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, keempat ABK itu masing-masing Abdi Manab (35) sebagai nahkoda, Sulfikri (42), Hosni Mubarok (35), dab Warib (42), semuanya warga Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, selamat dari maut. “Mereka selamat karena menggunakan papan-papan muatan kapal sebagai rakit,” ujarnya.

Saat kejadian, kapal layar motor (KLM) Anugrah Ilahi itu sedang mengangkut muatan berupa semen 700 sak, triplek 50 lembar, kalsiboard 100 lembar. Mereka berangkat dari Pelabuhan Panarukan Situbondo menuju dengan Pelabuhan Batuguluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.

Setelah mengarungi lautan selama 7 jam, tiba-tiba kapal dihantam angin dan ombak besar yang menyebabkan kebocoran di bagian haluan depan lambung kapal.

Upaya penambalan darurat tak mmebuahkan hasil. Air mengalir deras ke dalam hingga ke mesin kapal. Sebelum kapal benar-benar tenggelam, para ABK langsung melompat menyelamatkan diri berpegangan pada papan-papan yang mengapung.

Advertisement

Mereka berhasil bertahan di rakit darurat hingga akhirnya pertolongan tiba. Sejumlah nelayan bersama petugas Syahbandar, Polsek, dan Koramil Gayam berhasil mengevakuasi keempat ABK tersebut.

Kondisi para korban untuk sementara dalam keadaan baik. Hanya satu korban mengalami sakit diduga karena kecapaian akibat mengapung di menggunakan triplek yang disusun seperti rakit selama 5 jam.***

Exit mobile version