Nusantara

Gagal Peras Mandor, Preman Kampung Di Bangkalan Tewas Disabet Clurit

Published

on

Jazad korban saat hendak dievakuasi. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Seorang preman kampung tewas bersimbah darah usai memeras uang lebaran, pada mandor proyek pembangunan saluran irigasi di akses Jembatan Suramadu.

Korban berinisial M, warga Desa Petapan, Kabupaten Bangkalan, tewas terkena bacokan clurit oleh keponakan sang mandor berinisial A.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya, usai mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian.

Kronologis kejadian bermula saat M mendatangi lokasi proyek untuk meminta sejumlah uang. Di lokasi, korban bertemu dengan mandor A.

Sang mandor tak mau menuruti permintaan korban karena tidak ada dana untuk preman tersebut. Keduanya terlibat percekcokkan.

Advertisement

Tak lama kemudian, datang keponakan mandor berinisial S yang bermaksud melerai pertikaian keduanya. Namun, niat baik S justru ditanggapi sinis oleh M dengan mengeluarkan kata-kata kotor kepada S.

Karena sakit hati, S pulang sebentar ke rumahnya mengambil celurit. Begitu kembali ke lokasi poyek, S yang sedang diliputi rasa sakit hati tanpa basa-basi langsung membacokkan celuritnya beberapa kali ke tubuh korban M hingga tewas.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya, pihaknya sudsh menjemput tersangka S di rumahnya sesaat usai kejadian. “Tersangka S dijerat Pasal 340 subsider Pasal 348 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ujarnya.***

Advertisement
Exit mobile version