Home NasionalNusantara Didukung ITTelkom dan ITATS, Warga Surabaya Bikin Robot Isoman

Didukung ITTelkom dan ITATS, Warga Surabaya Bikin Robot Isoman

oleh Akbar Surya

Robot isoman karya warga. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Tim dosen Institut Teknologi Telkom (ITTelkom) Surabaya dan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) membuat robot untuk kepentingan isoman (isolasi mandiri) dengan memanfaatkankan daur ulang sampah. Robot berbahan material limbah rumah tangga dan elektronik ini dapat membantu mereka yang sedang melakukan isolasi di rumah.

Menurut Ketua Pelaksana, Benazir Imam Arif Muttaqin, ide pembuatan robot ini berawal dari pengabdian masyarakat untuk mengembangkan kampung pintar di Kampung Tembok Gede 3 Surabaya. “Lonjakan Covid-19 membuat kami bersama para warga berdiskusi menciptakan robot untuk membantu mereka yang sedang melakukan isoman.” ujarnya, Sabtu (31/7/2021).

Robot yang diberi nama Robot Delta ini merupakan Robot Satgas Covid-19 yang namanya terinspirasi dari Covid-19 varian delta. Robot ini memiliki cara kerja yang sederhana, cukup dioperasikan menggunakan kontroler dari jarak jauh.

Robot, kata dia, bisa bergerak maju mundur, dan bagian atasnya mampu bergerak sekitar 120 derajat dilengkapi dengan audio yang dapat memutar informasi-informasi penting untuk masyarakat. Robot ini dibuat dengan menggunakan barang-barang bekas seperti magic com, mobil mainan, computer bekas dan lain sebagainya.

Proses perakitannya dilakukan oleh masyarakat Kampung Tembok Gede 3 dengan panduan dan masukan yang diberikan oleh tim dosen dari ITTelkom Surabaya dan ITATS. “Untuk pembiayaannya sendiri berasal dari kampus ITTelkom Surabaya, ITATS serta Kemenristek Brin,” ujarnya.

Seperti diketahui, dampak pandemi covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan dengan jumlah kasus baru yang terus melonjak. Situs resmi pemerintah covid19.go.id mencatat sampai dengan tanggal 30 Juli 2021 ada 3.372.734 yang dinyatakan positif Covid-19, sementara merujuk pada data worldmeters tercatat di Indonesia ada 41.168 kasus baru dengan jumlah kematian baru sebanyak 1.759 per 30 Juli 2021.

Lonjakan yang besar ini menyebabkan Rumah Sakit kewalahan menampung pasien karena keterbatasan fasilitas. Mereka akhirnya lebih fokus merawat pasien covid-19 dengan gejala berat dan sedang. sedangkan yang gejala ringan maupun tanpa gejala dianjurkan menjalankan isolasi secara mandiri.

Ketua RT Kampung Tembok Gede 3 Surabaya, Asean mengakui awalnya, kampungnya itu sering dikunjungi wisatawan dan dinas-dinas. “Ketika ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), robot ini dialih fungsikan untuk menjadi robot disinfektan dan bisa untuk mengantarkan makanan warga yang isoman,” ujarnya.***

 

Tinggalkan Komentar