Home NasionalNusantara Cabuli 34 Santriwati, Ustadz Trenggalek Diringkus Polisi

Cabuli 34 Santriwati, Ustadz Trenggalek Diringkus Polisi

oleh Akbar Surya

Polisi saat menunjukkan barang bukti. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Seorang ustadz di salah satu ponpes di Trenggalek diringkus polisi karena mencabuli 34 santriwati yang menjadi anak didiknya sendiri. Kasus pencabulan yang dilakukan SMT (34) itu terbongkar saat pelaku mendadak dikeluarkan dari ponpes tempatnya mengajar tersebut.
Menurut Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Arief Rizky Wicaksana,  pelaku yang warga Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek itu diduga sudah melakukan pencabulan sejak 2019 lalu.
“Dari keterangan korban dan pelaku, ada 34 santriwati sudah menjadi korbannya ” ujarnya, Jumat (24/9/2021).
Pengungkapan kasus itu bermula saat, orangtua santriwati tersebut menanyakan kepada anaknya, mengapa ustadz tersebut dikeluarkan dari ponpes.
Selanjutnya sang anak menceritakan semua kejadian termasuk hal yang dialaminya.
Kepada orangtuanya, santriwati yang ternyata menjadi korban itu juga menceritakan tentang bujukan pelaku. Santriwati itu tidak boleh membantah dan harus nurut pada gurunya.
Orangtuanya kaget mendengar pengakuan putrinya. Tidak terima anaknya menjadi korban pelecehan,  sang orangtua langsung melaporkannya kepada polisi.
Pelaku diamankan di rumahnya tanpa perlawanan. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek, Kristina, menyatakan siap  memberikan pendampingan khusus bagi para korban.
Menurut Arief, saat ini baru ada satu korban yang melapor. Tapi dari keterangan korban dan pengakuan pelaku, total ada 34 santriwati yang menjadi korban.
Saat ini, pihaknya sudah mengamankan pelaku  beserta sejumlah barang bukti.
Diantaranya berupa sejumlah hem lengan panjang, rok dan pakaian dalam.
Mereka mempersilakan para korban lainnya untuk melapor. “Identitas korban pasti kami jamin kerahasiaannya,” ujarnya.
Kepada polisi,  pelaku mengaku sudah menjadi tenaga pendidik sejak tahun 2017. Dia melakukan tindakan amoral itu karena hubungannya dengan sang istri kurang harmonis, sehingga melampiaskannya kepada murid-muridnya.
Oleh polisi, tersangka akan dijerat dengan Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat 1, ayat 2, ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda Rp5 miliar.***

1 Komentar

Avatar
Sensor September 24, 2021 23:27 - 23:27

Mohon ijin bertanya , ini ponpesnya dimana dan apa nama ponpesnya ya ? Terimakasih

Balas

Tinggalkan Komentar