Connect with us

Nusantara

Letusan Gunung Semeru Capai 244 Kali setelah Erupsi Lagi Rabu, 15 Mei 2024, Malam

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Penampakan Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim), yang erupsi Rabu (15/5/2024) malam, dengan ilustrasi panorama sekitarnya

Penampakan Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim), yang erupsi Rabu (15/5/2024) malam, dengan ilustrasi panorama sekitarnya

FAKTUAL INDONESIA: Jumlah letusan Gunung Semeru sepanjang tahun 2024 tercatat mencapai 244 kali setelah erupsi lagi Rabu (15/5/2024) malam.

Erupsi Gunung Semeru yang terletak di  perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim), Rabu malam,  dengan letusan setinggi 600 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 15 Mei 2024, pukul 19.52 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, seperti dilansir antaranews.com.

Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 138 detik.

Jumlah letusan Gunung Semeru yang pernah tercatat  244 kali sejak 1 Januari hingga 15 Mei 2024 dengan status gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu pada level III atau siaga.

Advertisement

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi) Gunung Semeru.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Kemudian warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement