Nusantara

Tiga Gunung – Ibu, Semeru dan Ili Lewotolok – Kompak Erupsi Kamis, Tinggi Kolom Abu 500 M

Published

on

Gunung Ibu (kiri), Gunung Semeru (kanan atas) dan Gunung Ili Lewotolok (kanan bawah) tampak melontarkan kolom abu ke angkasa ketika erupsi Kamis (26/2/2026). (PVMBG/Magma)

Gunung Ibu (kiri), Gunung Semeru (kanan atas) dan Gunung Ili Lewotolok (kanan bawah) tampak melontarkan kolom abu ke angkasa ketika erupsi Kamis (26/2/2026). (PVMBG/Magma)

FAKTUAL INDONESIA: Tiga gunung api – Ibu, Semeru dan Ili Lewotolok – kompak erupsi, Kamis (26/2/2026), meskipun dengan  waktu yang berbeda-beda.

Dari tiga gunung itu, Gunung Ibu termasuk yang paling aktif erupsi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Sumberdaya Daya Mineral (ESDM), Gunung Ibu yang terletak di  Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), tercatat enam kali erupsi sepanjang satu hari.

Sedangkan Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, tercatat dua kali erupsi. Kemudian Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya sekali erupsi.

Baca Juga : Erupsi di Hari Minggu, Gunung Semeru Tiga Kali Lontarkan Kolom Abu Setinggi 900 Meter

Bahkan Gunung Ibu erupsi pada Kamis malam pukul 22.41 (WIT) atau 20.41 WIB. “Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 26 Februari 2026, pukul 22:41 WIT. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 44 detik,” tulis petugas PVMBG Darsono Haji Muhammad Nur dalam laporannya yang dipantau pada laman pvmbg.

Sebelumnya Gunung Ibu juga erupsi pukul 16.11,  15.06,  12.20, 10.32 dan 03.09 WIT. Dalam enam kali erupsi itu Gunung Ibu sempat melontarkan dua kali kolom abu setinggi 400 m. Itu terjadi pada erupsi pukul 15.06 dan 12.20 WIT.

Advertisement

Darsono Haji Muhammad Nur melaporkan, terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Kamis, 26 Februari 2026, pukul 15:06 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik.

Baca Juga : Di Penghujung Selasa, Gunung Semeru Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 1 Km

“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Kamis, 26 Februari 2026, pukul 12:20 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 39 detik,” lapor Darsono Haji Muhammad Nur lagi.

Sementara itu Gunung Semeru berdasarkan laporan petugas PVMBG, Sigit Rian Alfian, erupsi  pukul 22:12 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 118 detik.

Sebelumnya Gunung Semeru juga erupsi pukul 08.23 WIB. “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 26 Februari 2026, pukul 08:23 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik,” tulis petugas PVMG lainnya, Mukdas Sofian, A.Md.

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 6 Kilometer ke Arah Tenggara

Sedangkan erupsi Gunung Ili Lewotolok tercatat 19.30 WITA. Petugas PVMBG Stanislaus Ara Kian, A.Md. mengabarkan erupsi Gunung Ili Lewotolok ini dengan tinggi kolom abu teramati ± 250 m di atas puncak (± 1673 m di atas permukaan laut).

Advertisement

“Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21.2 mm dan durasi 33 detik,” tulisnya. ***

Exit mobile version