Nusantara
Banjir Sampang Rendam 4 Desa, 615 Rumah Sumenep Tergenang, Aktivitas Warga Lumpuh

Saat ini tim terus melakukan pemantauan dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir, terutama warga lanjut usia dan anak-anak di Sampang, Jawa Timur
FAKTUAL-INDONESIA: Kota Sampang dan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dilanda banjir.
Di Sampang banjir akibat luapan sungai, Minggu, merendam lima kelurahan dan empat desa, menyebabkan aktivitas warga di kota itu lumpuh.
Sedangkan banjir akibat hujan deras yang terjadi di Sumenep, Minggu, menyebabkan sebanyak 615 rumah warga tergenang.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sampang Asroni di Sampang, Jawa Timur, Minggu malam, jumlah desa dan kelurahan terdampak banjir itu, berdasarkan laporan tim lapangan yang disampaikan ke BPBD Kota Sampang hingga Minggu sekitar pukul 21.30 WIB.
“Saat ini tim terus melakukan pemantauan dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir, terutama warga lanjut usia dan anak-anak,” katanya.
Ketinggian genangan banjir di empat desa dan lima kelurahan itu bervariatif, antara 40 cm hingga 1 meter, bahkan di beberapa titik ada yang mencapai 2 meter.
Asroni menjelaskan dari empat desa dan lima kelurahan yang tergenang banjir itu, yang terparah di Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang dan Kelurahan Rong Tengah Kecamatan Sampang.
“Kedua kelurahan ini parah, karena berada di dekat aliran Sungai Kalikamuning yang meluap itu. Banjir yang terjadi kali ini kan disebabkan oleh sungai yang meluap akibat hujan deras di hulu sungai,” katanya.
Selain menggenangi perkampungan warga, banjir yang melanda Kota Sampang itu juga menggenangi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sampang.
Menurut Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Sampang Fajarisman, ketinggian genangan banjir di sekitar Rutan Sampang antara 30 hingga 40 cm.
“Tapi genangan air di Rutan hanya pada area luar atau halaman rutan, sementara ruang tahanan warga binaan disebut masih aman dari banjir,” katanya.
Namun, sambung dia, jika banjir semakin semakin semakin deras, menurut Fajarisman, kemungkinan ruang tahanan juga bisa tergenang.
“Karena itu, penjagaan di sekitar rutan kita perketat, khawatir genangan banjir semakin tinggi,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, hingga sekitar pukul 21.45 WIB, banjir yang menggenangi Kota Sampang belum surut.
Ketinggian genangan air di jalan protokol kota ini antara 30 hingga 40 cm, sedangkan di sebagian perkampungan warga, antara 50 cm hingga 1 meter lebih.
Genangi 615 Rumah
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sumenep, Jawa Timur, Wahyu Kurniawan Pribadi menyatakan, banjir akibat hujan deras yang terjadi di kabupaten itu, Minggu, menyebabkan sebanyak 615 rumah warga tergenang.
“Jumlah rumah tergenang ini berdasarkan laporan petugas lapangan yang disampaikan kepada BPBD Pemkab Sumenep,” katanya di Sumenep, Minggu malam.
Ke-615 rumah warga yang terdampak banjir itu terdiri dari 22 rumah di Dusun Patean Selatan, Desa Patean, Kecamatan Batuan, lalu sebanyak 38 rumah di Dusun Cemara, Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, dan sebanyak 455 rumah di empat dusun di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kalianget.
Wahyu menjelaskan, banjir yang menggenangi ratusan rumah di empat dusun di Desa Marengan Daya berasal dari luapan air persawahan setempat.
Kondisi ini juga telah menyebabkan arus lalu lintas yang berasal dari Kabupaten Pamekasan yang hendak menuju Kota Sumenep terganggu.
Menurut Kalaksa BPBD Wahyu Kurnia Abadi, selain menggenangi ratusan rumah warga, banjir akibat hujan deras di kabupaten paling timur di Pulau Madura ini juga menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak.
Di antaranya, jalan Penghubung Desa Campaka dan Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur rusak akibat tergerus banjir.
Menurut Wahyu, kondisi jalan rusak parah pada bagian kanan dan plengsengan sepanjang 5 meter dengan kedalaman 2 meter. Sedangkan jalan pada bagian kiri dan plengsengan rusak sepanjang 20 meter.
“Sejumlah aliran listrik juga putus akibat angin kencang, akan tetapi kini sudah diatasi oleh petugas PLN,” katanya menjelaskan.
Selain di Sumenep, banjir akibat hujan deras juga terjadi di Kabupaten Pamekasan, Sampang dan Kabupaten Bangkalan.
Demikian pantauan media dari laporan antaranews.com tentang banjir di Sampang dan Sumenep, Minggu. ***