Nasional

Bencana Abrasi Pantai Amurang-Minahasa, Robohkan 31 Rumah dan 266 Warga Mengungsi

Published

on

Abrasi pantai Amurang

Bencana Abrasi Pantai Amurang-Minahasa,Rabu (15/6/2022). (Foto: Antara/BPBD Minahasa)

FAKTUAL-INDONESIA: Bencana alam abrasi terjadi di area Pantai Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Rabu (15/6/2022) sekitar pukul 14.20 WITA atau 15.20 WIB.

Akibat bencana abrasi pantai Amurang setidaknya merobohkan 31 rumah warga, jembatan, bangunan penginapan, dan menggerus jalan.

Bencana alam di pantai Amurang, Minahasa Selatan itu terjadi akibat abrasi pantai dan mengakibatkan jembatan penghubung pantai boulevard yang aksesnya dari kelurahan Ranoiapo, Uwuran Satu menuju ke Kelurahan Lewet, Bitung, Ranomea, dan Pondang tiba-tiba ambruk,  sebagaimana dikutip dari minselkab.go.id, Kamis (16/6/2022).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Selatan Glady Nova Lynda Kawatu mengimbau masyarakat untuk tidak berada di lokasi bencana mengingat potensi bencana susulan.

Pihaknya juga telah menyiapkan lokasi posko pengungsian yang bertempat di Kantor Kelurahan Lewet dan Aula GMIM Sentrum Amurang. Berdasarkan hasil rapat dengan Forkopimda bersama para kepala perangkat daerah, selama 14 hari ke depan ditetapkan sebagai hari tanggap darurat.

Advertisement

266 warga terpaksa mengungsi

Bencana abrasi Pantai Amurang, Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, memaksa setidaknya 66 keluarga yang meliputi 266 warga mengungsi menurut data yang dilaporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mengaktifkan Posko Tanggap Darurat untuk membantu warga yang harus mengungsi karena rumah mereka rusak atau roboh akibat abrasi pesisir.

“BPBD Kabupaten Minahasa Selatan bersama pemerintah setempat telah mengaktifkan Posko Tanggap Darurat. Sebanyak dua posko sudah dibentuk untuk memberikan upaya percepatan penanganan terhadap warga yang mengungsi,” katanya, melansir AntaraNews.

Posko tanggap darurat sudah didirikan di Kantor Kelurahan Lewet dan Kantor Kelurahan Uwuran Dua, yang dijadikan sebagai tempat pengungsian warga.

BPBD mengoperasikan dapur umum di kedua posko tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang mengungsi akibat abrasi pantai Amurang, Minahasa.***

Advertisement

Exit mobile version