Nasional

Viral, Pengunjung Buka Jendela Mobil di Area Harimau Taman Safari Bogor

Published

on

Viral pengunjung taman safari buka jendela mobil di kandang harimau. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Lagi, warga 62 bikin ulah di Taman Safari, Bogor Jawa Barat. Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengunjung membuka jendela mobil saat berada di area harimau, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, jendela bagian tengah mobil tampak terbuka. Salah seorang penumpang kemudian terlihat mengeluarkan telepon genggam, diduga untuk merekam atau mengambil gambar.

Tak lama kemudian, jendela mobil kembali ditutup. Setelah itu, seekor harimau terlihat mendekati kendaraan tersebut.

Peristiwa itu mendapat perhatian karena pengunjung dilarang membuka jendela kendaraan saat berada di area satwa buas demi menjaga keselamatan pengunjung sekaligus satwa.

Corporate Communication Manager Taman Safari Indonesia (TSI), Trully Erlynda, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Menurutnya, kewajiban untuk memastikan jendela kendaraan tetap tertutup telah menjadi bagian dari prosedur keselamatan.

“Ketentuan tersebut telah disampaikan melalui safety briefing sebelum memasuki Safari Journey, rambu peringatan, serta imbauan yang diberikan sepanjang rute,” ujar Trully.

Advertisement

Pihak TSI mengatakan pengawasan terhadap penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan akan terus dilakukan. Evaluasi juga akan diperkuat, khususnya di sejumlah titik yang dinilai berpotensi terjadi pelanggaran.

Selain keselamatan pengunjung, TSI juga menekankan pentingnya menjaga keamanan satwa selama perjalanan Safari Journey.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat penerapan standar keamanan dan pengawasan. Kemudian mengedukasi pengunjung terkait keselamatannya maupun satwa di sana,” kata Trully.

TSI turut mengimbau pengunjung agar segera melapor kepada petugas atau ranger apabila menemukan tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat yang melihat tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan untuk segera melaporkannya kepada petugas atau ranger terdekat maupun melalui kanal resmi TSI, sehingga dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” pungkasnya.***

Advertisement
Exit mobile version