Nasional
Tanpa Wisuda, Siswa SMK di Bekasi Rayakan Kelulusan Dibantu Damkar

Salah satu sekolah di Bekasi rayakan kelulusan dengan bantuan Damkar. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemadam Kebakaran atau Damkar memang serba bisa dan seolah menjadi super hero nya masyarakat Indonesia. Tidak hanya membantu jika ada kebakaran saja, Damkar bisa juga dimintai tolong jika ada pohon tumbang, ada ular, membantu membersihkan banjir dan lainnya.
Belakangan Damkar juga dimintai tolong untuk menghibur. Salah satunya, ada wanita putus cinta memanggil Damkar untuk menemaninya merayakan ulang tahun.
Baca Juga : Keluarga Siswa SMK Semarang yang Tewas Ditembak Polisi Puas, Aipda Robig Dipecat dan Dijadikan Tersangka
Terkini, ratusan siswa kelas 12 SMK Negeri 1 Tambelang, Kabupaten Bekasi, merayakan kelulusan secara unik dan sederhana pada Sabtu (3/5/2025).
Tanpa prosesi wisuda resmi, para siswa SMK di Bekasi ini memilih bermandikan air dari mobil pemadam kebakaran di lapangan sekolah sebagai bentuk perpisahan yang berkesan.
Perayaan ini digelar menyusul larangan kegiatan wisuda di sekolah yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sebagai alternatif, sebanyak 488 siswa SMK Negeri 1 Tambelang bekasi menikmati semburan air dari dua unit mobil Damkar yang didatangkan khusus untuk acara ini sebagai pengganti wisuda.
“Karena ada putusan gubernur Jawa Barat soal larangan wisuda, kami cari cara lain untuk tetap mengadakan perpisahan menggantikan wisuda,” ujar Ketua OSIS SMK Negeri 1 Tambelang Adrian Dwi Putra.
Adrian menjelaskan, kegiatan ini sepenuhnya merupakan inisiatif siswa, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Para siswa sepakat menghindari acara wisuda konvensional yang kerap menimbulkan beban biaya tinggi bagi orang tua.
Baca Juga : Jelang Kontes Tingkat Nasional 2024, Wahana Intensif Siapkan Guru dan Siswa SMK Terpilih
“Wisuda di luar kota bisa menghabiskan biaya hingga jutaan rupiah. Acara ini cukup patungan di bawah Rp 100.000 per siswa. Sederhana, tetapi berkesan,” tambahnya.
Selain menjadi bentuk syukur atas kelulusan, kegiatan ini juga dianggap sebagai solusi yang positif dan menyenangkan, tanpa aksi coret-coretan atau konvoi kendaraan di jalan raya yang sering menimbulkan keresahan masyarakat.***










