Nasional
H-2 Lebaran 2026, Tol Jakarta–Cikampek Padat, Kendaraan Melaju 10–20 Km/Jam

Ilustrasi tol Cikampek macet pada H-2 Lebaran. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Memasuki H-2 Lebaran 2026, arus mudik di ruas Tol Jakarta-Cikampek mengalami lonjakan signifikan pada Kamis (19/3/2026). Kepadatan lalu lintas terpantau di sejumlah titik, terutama di wilayah Karawang.
Kemacetan paling parah terjadi di sekitar pertemuan antara Tol Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) dengan jalur tol bawah. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular dari kilometer 43 hingga kilometer 48 menuju arah Cikampek.
Ribuan kendaraan pemudik, yang didominasi mobil pribadi, tampak bergerak sangat lambat. Kecepatan kendaraan bahkan hanya berkisar antara 10 hingga 20 kilometer per jam akibat tingginya volume lalu lintas dan pertemuan arus dari dua jalur tersebut.
Kondisi semakin diperparah oleh banyaknya pengendara yang berhenti di bahu jalan. Hal ini membuat ruang jalan menyempit dan memperburuk kemacetan.
Sejumlah pemudik mengaku terpaksa berhenti karena jarak menuju rest area masih cukup jauh, sementara arus kendaraan sudah tidak bergerak.
“Macet sekali, sudah lama tidak bergerak. Mau ke rest area juga masih jauh, jadi terpaksa berhenti sebentar,” ujar salah satu pemudik.
Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow dua lajur dari kilometer 36 hingga kilometer 70 menuju Gerbang Tol Cikampek Utama.
Petugas juga mengimbau para pemudik agar tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, karena dapat memicu kemacetan lebih panjang sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Hingga Kamis siang, volume kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju wilayah timur Pulau Jawa diperkirakan masih akan terus meningkat. Puncak arus mudik di ruas Tol Jakarta–Cikampek diprediksi terjadi hingga malam hari seiring bertambahnya jumlah kendaraan.***











