Nasional

Gunung Semeru Erupsi, Enam Kali Luncurkan Lava Pijar hingga 1 Kilometer

Published

on

Gunung Semeru Erupsi, Enam Kali Luncurkan Lava Pijar hingga 1 Kilometer

Gunung Semeru kembali erupsi pada 4 Juli 2026 pagi. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (4/7/2026) dini hari. Aktivitas vulkanik tersebut ditandai dengan enam kali guguran lava pijar yang meluncur hingga sejauh satu kilometer ke arah tenggara.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, aliran lava pijar mengarah ke kawasan Besuk Kobokan dengan jarak luncur sekitar 1.000 meter dari kawah puncak. Erupsi juga disertai kolom asap berwarna kelabu yang membumbung hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 500 Meter di atas Puncak

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan aktivitas tersebut masih berada dalam pemantauan intensif mengingat status Gunung Semeru hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru, khususnya di sektor tenggara yang menjadi jalur utama guguran lava dan material vulkanik.

Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran maupun banjir lahar, terutama apabila terjadi hujan di kawasan puncak.

Advertisement

Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi Sabtu Pagi dengan Tinggi Kolom Abu 700 m di atas Puncak

Pusat pengamatan gunung api terus memonitor perkembangan aktivitas Semeru dan mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait serta tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Gunung Semeru merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa dan dikenal memiliki aktivitas erupsi yang relatif tinggi. Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu ke depan.***

Exit mobile version