Nasional

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, Erupsi Susulan Masih Mungkin Terjadi

Published

on

Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menurun. (Foto : ESDM)

FAKTUAL-INDONESIA : Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau mulai menurun setelah mengalami erupsi menerus pada 4 dan 5 September 2026. Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan potensi erupsi susulan masih ada.

Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau saat ini lebih rendah dibandingkan ketika terjadi erupsi menerus pada 4 dan 5 September lalu.

“Aktivitas kegempaan sudah menurun dibandingkan pada saat erupsi menerus di tanggal 4 dan 5 September. Erupsi yang terjadi erupsi eksplosif energi rendah beberapa detik,” kata Rita, Selasa (8/9/2026) seperti dikutip detik.com.

Menurut Rita, setelah erupsi menerus tersebut berakhir, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami enam kali erupsi berdurasi singkat pada 6 dan 8 September. Kondisi itu menunjukkan aktivitas gunung api mulai kembali pada karakter erupsi normalnya.

“Setelah erupsi menerus, ada 6 kali erupsi pendek-pendek, itu sudah kembali ke karakter normal erupsinya Krakatau, sebentar-sebentar,” ujarnya.

Pada Selasa pagi, tiga erupsi pendek tercatat terjadi masing-masing pada pukul 05.08 WIB, 05.34 WIB, dan 07.49 WIB. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa proses vulkanik di dalam gunung masih berlangsung.

Advertisement

Rita menjelaskan suplai magma dan gas masih terjadi sehingga kemungkinan terjadinya erupsi berikutnya belum sepenuhnya hilang.

“Ini menunjukkan aktivitas serta suplai magma dan gas masih berlangsung sehingga erupsi susulan masih mungkin terjadi,” katanya.

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Pada hari yang sama, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada pukul 11.34 WIB. Berdasarkan laporan PVMBG, erupsi tersebut berlangsung selama 17 detik dan terekam pada seismograf.

“Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 11:34 WIB,” tulis PVMBG dalam laporan resminya.

Advertisement

Erupsi tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum sekitar 50 mm. Sementara itu, tinggi kolom erupsi tidak dapat diamati.

PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meminta masyarakat tetap mematuhi rekomendasi keselamatan selama status gunung masih berada pada Level III.***

 

Exit mobile version