Connect with us

Kesra

Semua Daerah Diminta Replikasi Program Satu OPD Satu Desa Dampingan

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Rakor Desa Dampingan 2022. (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengingatkan agar Program Maju Bareng bisa direplikasi secara menyeluruh di Kabupaten/Kota, untuk mempercepat pengenatasan kemuskinan ekstrem.

Ganjar menyampaikan itu, dalam Rapat Evaluasi dan Koordinasi Desa Dampingan 2022, secara daring, Jumat (4/3/2022). Program Maju Bareng yang dimaksud adalah, satu OPD satu Desa Dampingan.

“Soal kekuatan dari kedinasan, saya kira tinggal jalan saja. Replikasi-replikasi menurut saya, bisa dilakukan sebagai satu contoh,” ujarnya.

Replikasi dinilainya, akan bagus dilakukan Pemda yang memiliki peta lebih jelas, mana daerah kategori merah, kuning dan hijau. Sehingga target menggeser desa dari merah ke kuning, kemudian kuning menjadi hijau akan cepat tercapai.

Advertisement

“Kalau semua terlibat, pasti akan muncul cerita bagus. Petanya bisa masuk ke desa miskin mana, ini target yang mesti diambil, diletakan program dan didampingi sampai ada hasil. Ini yang jadi PR besar kita karena kerja kita mesti bersama-sama,” ujarnya.

Menurut Ganjar, model pengentasan kemiskinan di Jateng ini, selanjutnya diintegrasikan ke daerah yang masuk prioritas pemerintah pusat terkait Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (PKE).

“Treatment kita paling berbeda di seluruh indonesia, karena tidak hanya diberikan top up Rp300 ribu saja, tapi ada pula gerakan gotongroyong. Spirit yang bagus sekali menurut kita bisa berikan kepada mereka,” ujar Ganjar.

Dari gerakan itu pula, ia menyebut banyak yang ingin turut serta membantu. Salah satunya dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang menghubungi Ganjar langsung dan ingin membantu terkait air bersih.

“Ini sangat membahagiakan, dan beberapa perusahaan, meski belum optimal juga kita ajak lewat CSR-nya, dan kita kerahkan untuk jadi satu. Ini akan menjadi sesuatu yang sangat efektif untuk digerakkan,” tegas Ganjar.

Advertisement

Sebanyak 172 desa di Jateng, mendapat pendampingan sejak 2019. Setidaknya ada 48 OPD yang terlibat. Pendampingan dilakukan dengan berbagai program. Mulai dari pemberdayaan, RTLH, Jambanisasi dan lainnya.

“Sekali lagi saya sampaikan terima kasih, semangat teman-teman luasbiasa, kreatifitas luarbiasa, dan hasil mulai kelihatan. Percayalah proses yang baik tidak akan ingkar, hasilnya akan baik. Tapi kita perlu serius untuk melakukan itu,” tandasnya.

Dari hasil evaluasi pencapaian terhadap 114 Desa Dampingan 2019-2020, dengan membandingkan Data BDT/DTKS Januari dan Oktober 2020, didapat hasil secara total ada penurunan jumlah Anggota Rumah Tangga Miskin (ART) dari 404.885 ART menjadi 400.624 ART, atau turun 4.261 orang miskin.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca