Home NasionalKesra Mahasiswa Polines Borong Dagangan PKL untuk Warga Terdampak Pandemi

Mahasiswa Polines Borong Dagangan PKL untuk Warga Terdampak Pandemi

oleh Ki Pujo Pandunung

 

Mahasiswa Polines borong dagangan PKL. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Kelompok mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan jaket almamaternya, Sabtu (31/7/2021) pagi nampak berkeliaran di sepanjang Jalan Prof Soedharto, Tembalang, Kota Semarang. Mereka terpantau mendatangi satu persatu pedagang kaki lima (PKL).

Rupanya, para mahasiswa Polines tersebut sedang menggelar aksi sosial dengan memborong dagangan pedagang kaki lima, untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Aksi mahasiswa Polines tadi, dipergoki Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang sedang gowes (sepedaan) di Jl Prof Soedharto.

“Ini lagi pada ngapain, cari sarapan?,” sapa Ganjar. “Ya Pak cari sarapan, sekalian mbungkusin buat saudara-saudara yang lagi membutuhkan karena terdampak pandemi,” kata salah satu mahasiswa.

Ganjar pun kemudian berhenti, menyempatkan mengobrol dengan para mahasiswa dan para pedagang. Giri Ramadani, salah satu mahasiswa menjelaskan, pagi ini ada empat titik PKL yang akan diborong dagangannya. Mulai dari warung pecel, jajan pasar, nasi bungkus, sampai susu segar.

Dagangan yang mereka beli, selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti tukang ojek, tukang sapu jalanan, tukang parkir, dan lainnya.

“Sebelumnya kami buka donasi mahasiswa, hasilnya dibelikan makanan dan minuman dari pedagang, kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sani, pedagang nasi pecel, mengaku senang karena dagangannya langsung habis diborong mahasiswa. Pihaknya berharap aksi seperti itu bisa sering-sering dilakukan. Selama PPKM terus terang jualannya sepi. Alhamdulillah ini pagi-pagi ada yang memborong.

“Sungguh menarik. Ternyata para mnahasiswa ini menggerakkan kawan-kawannya dan mengumpulkan donasi, lalu membeli di warung-warung. Tadi sempat saya datangi tiga titik. Mereka membeli di warung jajanan, ada yang warung makan. Ada yang 30 bungkus, ada yang 50 bungkus,” kata Ganjar.

 

Ganjar mengapresiasi kesediaan para mahasiswa turun ke lapangan menjalankan aksi riil membantu masyarakat terdampak pandemi. Aksi yang dilakukan mahasiswa Polines itu merupakan pola yang mulai menggejala di Jawa Tengah.

“Ini pola yang saya lihat mulai menggejala di Jawa Tengah. Kemarin ada dari kelompok Cipayung, hari ini ada para mahasiswa Polines. Harapan saya anak-anak dari perguruan tinggi lain bisa meniru sehingga mereka menggerakkan kawannya, mencari donasi dengan segala kreasinya, terus gerakan membeli di warung-warung rakyat. Mereka juga sudah tahu akan dibagikan ke mana. Saya apresiasi itu, hebat,” kata Ganjar.***

Tinggalkan Komentar