Home NasionalKesra Luar Biasa! Tetap Layani Vaksinasi Meski Hamil dan Mengenakan APD

Luar Biasa! Tetap Layani Vaksinasi Meski Hamil dan Mengenakan APD

oleh Ki Pujo Pandunung

 

Bidan Rani sedang berdialog dengan Ganjar. (Istimewa)

FAKTUALid – Ridwan Rani Pitoyo, seorang bidan di Puskesmas Jaten I Kabupaten Karanganyar, seketika menarik perhatian dan dipuji banyak orang, tanpa kecuali Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang kebetulan sedang memantau pananganan Covid-19 di wilayah setempat.

Betapa tidak? Ia yang sedang dalam kondisi hamil dan mengenakan pakaian APD lengkap, tetap dengan cekatan dan penuh semangat melayani warga agar terhindar dari paparan virus corona melalui program percepatan vaksinasi.

Ketika bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (27/2021), bidan penuh pujian ini tak bisa menahan kegembiraannya dan langsung minta berfoto bersama. Saat itu, orang nomor satu di Jateng ini memang sedang meninjau vaksinasi di Puskesmas Jaten I Kabupaten Karanganyar.

Begitu masuk ke dalam Puskesmas Jaten I, Ganjar segera menghampiri pos vaksinasi dan berbincang dengan warga yang sedang antre. Sesekali ia mengingatkan warga yang menggunakan masker kurang pas.

“Bapak-ibu, kalau pakai masker hidungnya mancung saat ngomong maskernya tidak turun, tapi kalau seperti saya maskernya jadi turun,” selorohnya.

Ganjar selanjut menengok proses penyuntikan vaksin. Waktu itu, hanya ada satu warga yang sedang vaksin. Suasana jadi ger-geran manakala vaksinator, tiba-tiba mendekat ke Ganjar dan minta foto bareng.

Ternyata, vaksinator yang menggunakan APD lengkap itu seorang perempuan dan sedang hamil anak kedua. Momentum bertemu Gubernur pun tak disia-siakan, dia bahkan nyaris lupa menjaga jarak.

“Lho jenengan hamil to? Hamil anak kepiro? Jenengan asline desa mana?,” tanya Ganjar.

“Hamil anak kedua Pak. Saya dari Desa Suruhkalang. Saya seorang bidan,” kata Ridwan Rani Pitoyo.

Ganjar lantas mengingatkan, agar Bidan tersebut segera KB. Namun, sang Bidan tak langsung menjawab. Ganjar pun menggoda sang bidan dengan menolak diajak foto. “Habis ini KB ya? Kalau tidak mau KB fotonya dihapus saja,” seloroh Ganjar.

“Jenengan bidan coba saya tanya, di desa jenengan ada berapa yang hamil?” tanya Ganjar.

Bidan tersebut mengatakan ada 30 ibu hamil di desanya. Salah satunya positif Covid-19. Bidan itu menjelaskan bagaimana dirinya menjalankan tugasnya di desa. Ganjar pun mengapresiasi aktifnya sang Bidan memantau ibu hamil di desanya meski dirinya juga sedang hamil.

“Yo wis, pokoke sehat terus, KB lho! Jenengan Bidan berarti ngecek kesehatan kehamilan se3ndiri ya?” ujar Ganjar membuat suasana ger-geran.

Didampingi Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Robert Christanto, Ganjar kemudian bertanya pada Kepala Puskesmas Jaten 1, dr Iwan, terkait kemampuan puskesmasnya jika target vaksinasi ditambah.

“Kalau disuruh kebut vaksin puskesmas sanggup apa tidak? sanggupnya berapa?,” tanya Ganjar.

“Sanggup Pak, kami sekarang 300 warga sehari. Kalau ditambah 400 sehari bisa,” jawab dr Iwan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menjelaskan vaksinasi di wilayahnya menggunakan sistem jemput bola. Yakni, lokasi vaksinasi didekatkan ke wilayah dengan mamanfaatkan kelurahan. “Jadi yang lansia lebih dekat jaraknya Pak,” katanya.

Di sisi lain, antusias masyarakat Karanganyar terhadap vaksin juga tinggi. Bupati memastikan jika vaksinasi bisa berjalan cepat, asal stok vaksin memadai.

“Ini kita nunggu vaksin berikutnya Pak, tapi nanti kita edukasi warga. Kita ajak mereka tapi tidak usah menyebut nama vaksinnya, yang penting ayo segera vaksin,” kata Yuliatmono.

Usulan dari Bupati itu, diacungi jempol Ganjar. Ganjar pun mendukung dan meminta agar Pemda selalu aktif mengedukasi terkait prokes ke masyarakat. “Kita melihat greget vaksin dari masyarakat memang tinggi, tapi karena vaksinnya tidak ada, apa boleh buat,” ujarnya.***

Tinggalkan Komentar