Home NasionalKesra Anggota DPR Minta Sejumlah Program Kementan Dioptimalkan

Anggota DPR Minta Sejumlah Program Kementan Dioptimalkan

oleh Marpi
Anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti. (Ist)

Anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti. (Ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Sejumlah program Kementerian Pertanian seperti bimbingan teknis (bimtek), pelatihan, maupun sosialiasi kepada penyuluh pertanian maupun petani harus diprogramkan secara optimal, mengingat bimtek ini cukup dibutuhkan oleh mereka dalam mendukung kegiatan pertanian.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti saat mengikuti RDP Komisi IV DPR RI dengan Eselon I Kementan, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

“Kami mengingatkan kepada seluruh eselon I Kementan agar kegiatan bimtek atau sosialiasi kepada petani dapat dianggarkan secara optimal dan sesuai kondisi petani di lapangan. Karena bimtek ini sangat dibutuhkan oleh penyuluh pertanian maupun petani. Saya mohon perhatian lebih untuk bimtek ini,” kata Renny.

Selain itu, untuk Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementan, Renny meminta untuk melakukan evaluasi dan peningkatan pengawasan terhadap realisasi penggunaan anggaran pada pagu anggaran yang diajukan. Meninjau pada laporan realisasi anggaran tahun 2021 triwulan pertama, menurutnya hal tersebut masih belum maksimal.

“Pengawasan ini agar program penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian dapat lebih maksimal, mengingat dua instrumen tersebut merupakan bagian penting dari pembangunan pertanian dalam rangka kedaulatan pangan,” jelas politisi Partai Gerindra tersebut.

Lebih jauh, Renny mengapresiasi Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan yang telah mendampingi dirinya saat kunjungan reses ke dapilnya, Sumatera Selatan I. Dalam kesempatan itu Renny mengajak Dirjen PSP untuk meninjau salah satu lokasi pertanian yang cukup esktrim, karena lokasinya yang cukup jauh, yakni di Desa Daya Murni, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin.

“Dari kunjungan reses yang saya lakukan bersama Dirjen PSP, saya sampaikan Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi yang potensial menjadi program lumbung pangan nasional atau food estate. Akan tetapi yang disetujui hanya seluas 5 ribu hektare. Saya juga mohon (menjadi perhatian) karena di Banyuasin, kita tahu bahwa kabupaten ini adalah lumbung pangan nomor empat nasional, dan nomor satu di luar Pulau Jawa,” jelas Renny.

Renny menambahkan, masyarakat di dapilnya mengapresiasi bantuan pompa air dari Ditjen PSP. Namun ia memberi catatan, dengan perubahan iklim yang ada saat ini, pompa ini masih kurang efektif, karena kapasitanya terlalu kecil. Saat ini air di Sungai Musi meluap, sehingga karena kekurangan kapasitas pompa, sehingga sawah para petani tetap tenggelam. Renny meminta hal ini turut menjadii perhatian.

Sementara untuk program replanting kelapa sawit dari Ditjen Perkebunan, Renny mengakui program ini kurang diminati, karena masyarakat petani atau pekebun sulit mendapatkan penghasilan ketika mengikuti replanting. “Saya juga mohon kepada Bapak Dirjen BUN untuk menanggapi keluhan petani, terkait mekanisme pemberian bantuan replanting ini. Tidak hanya membantu untuk menebang (pohin sawit) saja, tapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan penghasilan dengan adanya replanting ini,” harap Renny. ***