Connect with us

Kesra

Konjen Ingatkan Jamaah Haji Indonesia untuk Taati Ketentuan Pemerintah Arab Saudi

Avatar

Diterbitkan

pada

Konjen RI di Jeddah Eko Hartono (baju hijau) menyambut kedatangan jamaah haji Embarkasi Solo (SOC1) dari Madinah di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (2/6/2022). (MCH Kemenag)

FAKTUAL-INDONESIA: Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Eko Hartono mengingatkan jamaah dari Indonesia untuk menaati ketentuan Pemerintah Arab Saudi selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Saat menerima jamaah calon haji Embarkasi Solo yang tiba di Mekkah dari Madinah pada Minggu (12/6/2022) malam, Eko mengatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi kini memberlakukan aturan yang lebih ketat dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan ketat, mereka yang pernah dideportasi tidak boleh kembali ke Saudi. Ketentuannya 10 tahun (baru boleh ke Arab Saudi lagi), dulu lima tahun,” kata Eko.

Oleh karena itu, dia mengingatkan jamaah Indonesia agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi selama berada di Tanah Suci.

Jika melakukan pelanggaran maka anggota jamaah bisa berurusan dengan kepolisian. Selain membuat waktu yang semestinya bisa digunakan untuk beribadah terbuang, anggota jamaah yang berurusan dengan kepolisian juga menghadapi risiko deportasi jika tindakannya dinilai terbukti mengganggu ketertiban dan melanggar hukum.

Advertisement

Eko mengingatkan anggota jamaah Indonesia agar tidak berfoto bersama dengan membawa spanduk penanda identitas kelompok atau penanda kelompok yang lain di depan ka’bah.

Dia lantas menceritakan kejadian mengenai jamaah umrah dari Indonesia yang diamankan oleh petugas karena membentangkan spanduk kelompok umrah di Masjidil Haram.

“Kalau berfoto selfie (swafoto) masih bisa dilakukan oleh jamaah haji,” kata dia dilansir antaranews.com.

kami sudah persiapkan semua alat-alat, komponen, petugas semua sudah siap sesuai dengan jadwal jaganya masing-masing

Kantor Kesehatan Haji Indonesia

Advertisement

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah Muhammad Imran menyatakan kesiapan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk melayani jemaah calon haji yang mengalami keluhan kesehatan selama beribadah.

“Jamaah masuk ke Mekkah tanggal 12 Juni 2022 malam. Jadi sehari sebelumnya, kami sudah persiapkan semua alat-alat, komponen, petugas semua sudah siap sesuai dengan jadwal jaganya masing-masing,” kata Muhammad Imran melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/6/2022) malam.

Ia mengatakan waktu operasional tersebut disesuaikan dengan pergerakan jamaah calon haji yang mulai meninggalkan Madinah untuk menuju Mekkah.

KKHI dijadwalkan beroperasi selama 24 jam untuk menerima rujukan dari Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter maupun dari sektor terkait untuk penanganan lanjutan jamaah yang mengalami masalah kesehatan.

Layanan kesehatan diberikan langsung di KKHI maupun layanan mobile di lapangan. Per Sabtu (11/6) sebanyak 250 tempat tidur sudah disiapkan di KKHI Mekkah untuk rawat inap maupun pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Advertisement

“KKHI mulai dari pelayanan IGD atau kegawatdaruratan, pelayanan rawat inap, spesialistik, termasuk pelayanan kesehatan penunjang seperti laboratorium, radiologi dan gizi,” ujarnya.

Layanan spesialistik KKHI meliputi spesialis penyakit dalam, spesialis penyakit paru, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis syaraf, spesialis bedah orthopedi, spesialis bedah umum, spesialis kesehatan jiwa, spesialis anestesi, spesialis rehab medik, spesialis emergensi medis, spesialis penerbangan dan spesialis mikrobiologi klinik.

Sementara pelayanan kesehatan di lapangan, kata Imran, meliputi tim sanitasi dan keamanan makanan yang akan memberikan pelayanan sanitasi di KKHI, pondokan, dan katering. Kemudian ada tim promosi kesehatan yang akan memberikan edukasi promosi kesehatan kepada jamaah calon haji.

Selanjutnya ada juga Tim Kegawatdaruratan yang akan fokus pada deteksi dini masalah kesehatan calon haji. Jika ditemukan kasus, maka tindakan berlanjut pada emergensi respons serta rujuk ke KKHI.

Ia mengatakan sebanyak 145 tenaga kesehatan yang bersiap di KKHI mekkah akan melayani 100.051 jemaah calon haji Indonesia dari Madinah.

Advertisement

Total terdapat 296 titik layanan kesehatan yang disiapkan Kementerian Kesehatan selama pelaksanaan haji di Arab Saudi sebagai tempat layanan kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh jemaah calon haji Indonesia. Sebanyak 173 jenis obat obatan dan 45 perbekalan kesehatan juga disiapkan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement