Home NasionalKesra Polrestabes Surabaya Gelar Vaksinasi di 3 Lokasi Sekaligus

Polrestabes Surabaya Gelar Vaksinasi di 3 Lokasi Sekaligus

oleh Akbar Surya

Salah satu kegiatan vaksinasi di Kota Surabaya. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Polrestabes Surabaya kembali menggelar Vaksinasi Keliling Presisi di kota Surabaya. Bahkan kali ini, program untuk percepatan terbentuknya herd immunity (kekebalan komunal) ini digelar di tiga lokasi sekaligus.

Menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, semua layanan vaksinasi Covid-19 disediakan untuk mereka yang bisa menunjukkan KTP kepada petugas medis di lokasi, termasuk bagi warga luar kota Surabaya. “Warga yang sedang libur bekerja, bisa memanfaatkan program vaksin keliling Presisi Polrestabes Surabaya ini,” ujarnya, Minggu (14/11/2021).

Warga hanya perlu menunjukkan KTP saat hendak ikut vaksin dosis 1. Sedangkan yang akan ikut vaksin dosis 2 hanya perlu menunjukkan kartu vaksin dosis satu.

Kali ini, program vaksinasi digelar serempak di Kecamatan Genteng, Bubutan, dan Dukuh Pakis, yang masing-masing sudah disiapkan 500 dosis vaksin. Layanan vaksinasi Covid-19 ini diharapkan bisa mempercepat tercapainya herd immunity (kekebalan komunal).

Ketua Komunitas Arek Jogoboyo, Jauhar berterima kasih atas program vaksinasi keliling yang langsung menyasar di 3 lokasi serentak. “Kami ingin seluruh warga segera mendapatkan vaksin, agar Covid-19 benar-benar menghilang dari kota ini,” ujarnya.

Program vaksin keliling kali ini memang menggandeng komunitas Jogoboyo. Program yang digelar pada hari libur seperti ini diakui sangat membantu. Terutama bagi warga yang sehari-sehari terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan.

Sementara, data hingga Sabtu (13/11/2021) malam, ternyata ada 298 kasus aktif di Jatim dan 23 pasien diantaranya berada di Kota Surabaya. Data terbaru yang diunggah Instagram (IG) resmi kominfojatim itu merinci Kota Surabaya dengan jumlah kasus terbanyak, disusul Kabupaten Malang 20 kasus, Ngawi (17 kasus), Ponorogo (15 kasus), Tulungagung (14 kasus), Kota Malang, Gresik, dan Banyuwangi masing-masing 13 kasus.***