Home NasionalKesra Dua Kampus Budaya Sepakat Bekerjasama

Dua Kampus Budaya Sepakat Bekerjasama

oleh Akbar Surya

Dari kanan ke kiri, Rektor Unilak Junaidi, Ketua Yayasan UWKS Soedijatmiko dan Rektor UWKS Widodo Ario Kentjono usai penandatanganan kerjasama.

FAKTUAL-INDONESIA: Dua kampus budaya sepakat menggalang kerjasama untuk semakin memperdalam dua budaya yang berbeda. Keduanya, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) selama ini dikenal sebagai kampus yang memegang erat budaya Jawa, sedangkan Universitas Lancang Kuning sangat lekat dengan Budaya Melayu.

Menurut Rektor UWKS, Prof Dr H Widodo Ario Kentjono dr Sp THT-KL (K) FICS, pihaknya sangat beruntung telah bertemu dengan perguruan tinggi yang sama-sama fokus melestarikan budaya. “Saya yakin kerja sama ini akan menguntungkan dan bisa menambah wawasan bagi kedua belah pihak. Karena kami lebih menonjolkan budaya Jawa, sedangkan mereka mengangkat Budaya Melayu,” ujarnya, Sabtu (23/10/2021).

Sementara Rektor Unilak Pekanbaru, Dr Junaidi SS MHum, mengaku sangat mengagumi kampus UWKS tersebut yang nuansa budaya Jawanya sangat kuat sekali. “Saya juga tertarik bahwa ternyata di kampus ini ada banyak pohon langka. Ini akan kami jadikan contoh, apalagi kamu ada Fakultas Kehutanan dan punya hutan seluas 9 hektar di area kampus,” ujarnya.

Dia kemudian menjelaskan bahwa Lancang Kuning yang didirikan sejak 1982 oleh Yayasan Raja Ali itu memiliki simbol perahu orang itu memiliki perhatian secara khusus dalam pengembangan Budaya Melayu. Nama Lancang Kuning diambil dari jenis kapal Komando armada Kerajaan Melayu Riau di zaman dahulu dan Yayasan yang menaunginya Raja Ali Haji diambil dari nama pujangga dan negarawan kelahiran tanah Melayu Riau.

Sementara, kerjasama kedua belah pihak akan dilakukan di berbagai bidang. Diantaranya terkait kerjasama di bidang publikasi. Pihaknya punya tiga jurnal di kampus yang bisa saling dipublikasikan bersama antar dua kampus tersebut.

Kedua belah pihak juga berencana akan melakukan join conference atau seminar bersama antara para akademisi di kedua perguruan tinggi tersebut. Mereka juga berencana melakukan tukar menukar mahasiswa.

Menurut Widodo Ario Kenjono, pertemuannya dengan pimpinan Unilak ini sebetulnya tanpa kesengajaan. Kedua nahkoda perguruan tinggi yang berbeda itu, bertemu di UWKS yang sedang menjadi tuan rumah Bimbingan Tehnik (Bimtek) Layanan Izin Belajar Mahasiswa Asing dan Dosen Asing, hasil kerjasama dengan Direktorat Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kebudayaan Riset dan Tehnologi.

Bimtek diselenggarakan selama tiga hari di ikuti 120 peserta dari perwakilan perguruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Indonesia. “Saat ketemu di sini, ternyata kita punya misi yang sama. Saya akan buktikan bahwa UWKS adalah Kampus Budaya kepada semua peserta bimtek. Salah satunya dengan mengajak mereka mengunjungi 3 Candi di Trowulan Mojokerto,” ujarnya.***

Tinggalkan Komentar