Home NasionalKesra BPJAMSOSTEK Garap Kepesertaan Pekerja Non ASN di Kemenag Mojokerto

BPJAMSOSTEK Garap Kepesertaan Pekerja Non ASN di Kemenag Mojokerto

oleh Akbar Surya

Kacab BPJAMSOSTEK Mojokerto (tiga dari kanan) usai menyerahkan beasiswa. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: BPJAMSOSTEK menggandeng Kemenag Kota Mojokerto untuk memberi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan
pada tenaga kerja non ASN dan unsur organisasi yang bernaung di lingkup Kementerian Agama setempat. Mereka berharap, pemberian perlindungan itu akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pekerja saat menjalankan tugas.

Menurut Kepala BPJAMSOSTEK Mojokerto, Zulkarnain Mahading, sebagai wujud kepedulian pemerintah yang mengedepankan perlindungan hak-hak jaminan sosial ketenagakerjaan bagi peserta, pihaknya memang membutuhkan dukungan stakeholder. “Dalam hal ini, kami mengapresiasi yang sangat tinggi dan terima kasih kepada Kepala Kementrian Agama Kota Mojokerto,” ujarnya, Selasa (26/10/2021).

Saat hadir dalam Sosialisasi dan Penyerahan Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di kantor Kemenag Mojokerto tersebut, Zulkarnain menjelaskan tentang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021. Inpres itu berisi tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang menjadi salah satu cara untuk perlindungan seluruh tenaga kerja.

Dia juga mengingatkan tentang terbitnya Permendagri No. 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun anggaran 2022. Dalam Permendagri itu diatur tentang penganggaran Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dibebankan kepada APBD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Mojokerto yang bekerja sebanyak 65.208 orang berdasarkan data BPS, Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Mojokerto saat ini baru mencapai 29 persen. Total pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta, baik itu pekerja formal maupun non formal, baru mencapai 19.139 orang.

Sementara jumlah klaim yang sudah dibayarkan kepada peserta BPJAMSOSTEK Mojokerto selama periode Januari-September 2021 sudah mencapai Rp252 miliar lebih. Nilai sebesar itu serahkan kepada 17.174 peserta penerima manfaat.

BPJS Ketenagakerjaan juga telah memberikan beasiswa kepada anak ahli waris sebesar Rp832 juta lebih untuk 152 kasus. “Sebagai Badan Penyelenggara yang ditugaskan oleh Pemerintah, kami memang dituntut untuk segera merealisasikan pemberian manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Salah satunya yang diserahkan hari ini berupa manfaat beasiswa untuk anak ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan dan simbolis Kepesertaan Pegawai Honorer Kementrian Agama Kota Mojokerto. Beasiswa diserahkan kepada anak peserta yang meninggal dunia bernama Tio Fernanda Arganta yang masih duduk di bangku SD.

Beasiswa juga diberikan kepada Naila Amalia Hariyati dan Agda Marcelino yang duduk di bangku MAN. Sesuai ketentuan, beasisawa untuk siswa TK-SD diberikan sebesar Rp1,5 juta per tahun, siswa SMP Rp2 juta pertahun, SMA Rp3 juta dan tingkat perguruan tinggi sebesar Rp12 juta pertahun.

Sedangkan penyerahan kartu kepesertaan baru untuk pegawai honorer Kementerian Agama Kota Mojokerto yang diwakili oleh Dul Manab dan Khoirul Huda. Prosesi penyerahan ini disaksikan oleh Kepala Kemenag Kota Mojokerto, Muhammad Zaini, para kepala sekolah dan pimpinan pondok pesantren, serta ahli waris penerima manfaat.***

Tinggalkan Komentar