Connect with us

Ibu Kota

Warga Tanjung Barat Mengeluh Masih Kebanjiran, Polder Tak Kunjung Selesai

Avatar

Diterbitkan

pada

Banjir masih melanda kawasan Tanjung Barat, Jakarta alias tak surut-surut. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Banjir masih menggenang di salah satu kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan  hampir sepaha orang dewasa, pada Sabtu (30/3/2024).

Warga menyebut banjir terjadi karena proyek polder tak kunjung selesai. Proyek polder adalah suatu kawasan yang didesain sedemikian rupa dan dibatasi dengan tanggul sehingga limpasan air yang berasal dari luar kawasan tidak dapat masuk.

“Jadi ini tuh polder output-nya yang di TB Simatupang itu masih belum beres, sekitar 20 meteran lagi ke sungai Ciliwung. Jadi memang kemarin karena air memang belum bisa keluar kan. Terjadilah di sini, berbalik air sehingga menyebabkan banjir yang sampai sekitar 1 meter lah kemarin,” ucap Ketua RW 05, Tanjung Barat, Syaifudin (60), di Jalan Nangka Raya, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3/2024) seperti dikutip detik.com.

Dia menyebut air yang seharusnya langsung mengalir ke sungai Ciliwung, tertahan dan akhirnya menggenangi wilayah warga Tanjung Barat. “Karena kan logikanya air tertahan, teorinya dia mesti ke sana dulu berputar. Tapi di sini sudah ada hambatan keluarlah dari sini. Muntah lah dari sini,” tambahnya.

Ia lalu membagikan foto meluapnya air dari selokan, sehingga jalanan tertutup banjir. Syaifudin lalu mengaku warga berinisiatif membuat menyaring di selokan.

Advertisement

“Jadi kami mengharapkan adanya saringan sampah di dekat masjid Al Murtadho, sebelum masuk ke Kolam Retensi yang sudah dibuat. Karena pihak Adhi Karya tidak menyiapkannya, dan kembali kami warga Jalan Nangka berusul ke SDA DKI atau Sudin Selatan,” jelasnya.

Dia juga mendesak pengerjaan proyek polder Tanjung Barat ini segera dituntaskan. Dia khawatir jika proyek belum tuntas, maka akan terjadi lagi banjir serupa saat cuaca ekstrem.

“Lalu sesegera mungkin tuntaskan proyek Pit 1 sampai Pit 9 tembus ke Ciliwung sebagai output-nya proyek ini dikarenakan hujan yang sudah mulai ekstrem juga,” tegasnya.

Terakhir, Syaifudin berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan berupa penyedot air di saat banjir, bukan pada saat banjir telah surut.

“Di lain sisi, penyedot dari SDA kami juga harapkan pada saat banjirnya tersebut hadir bukan waktu pas udah nggak ada airnya kayak gini baru datang tapi waktu pas saat banjirnya itu datang,” katanya.***

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement