Ibu Kota

Wagub Rano Karno Kembali Ajak Warga Korban Banjir Relokasi ke Rusun Jagakarsa

Published

on

Rano Karno ajak warga rumahnya terdampak banjir untuk pindah ke rusunawa Jagakarsa. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA :  Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno kembali mengajak warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, khususnya di bantaran sungai, untuk memanfaatkan hunian vertikal yang disediakan pemerintah daerah dengan biaya sewa yang terjangkau.

Ajakan tersebut disampaikan saat meninjau Rusunawa Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang dipersiapkan sebagai lokasi relokasi bagi warga terdampak banjir.

Menurut Rano, biaya sewa unit rusun yang ditawarkan masih relatif terjangkau dibandingkan kerugian yang harus ditanggung warga akibat banjir yang terjadi berulang setiap tahun. Harga sewa unit di Rusunawa Jagakarsa dipatok mulai sekitar Rp865 ribu per bulan.

Ia menilai, meskipun biaya sewa rusun lebih tinggi dibandingkan sebagian hunian informal di bantaran sungai, masyarakat akan memperoleh manfaat yang jauh lebih besar karena terbebas dari risiko banjir dan memiliki lingkungan tempat tinggal yang lebih layak.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berupaya memastikan kebutuhan ekonomi penghuni tetap terakomodasi. Untuk itu, kawasan rusun dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi fasilitas penunjang usaha seperti area perdagangan, warung, dan pasar yang dapat dimanfaatkan warga untuk mencari penghasilan.

Advertisement

Rano mengakui proses relokasi warga ke rumah susun bukan perkara mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan masyarakat bahwa perpindahan ke hunian vertikal tidak akan mengganggu aktivitas maupun mata pencaharian yang selama ini dijalankan.

Menurutnya, banyak warga masih khawatir kehilangan akses terhadap pekerjaan dan jaringan sosial setelah pindah ke rusun. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan berbagai fasilitas pendukung agar penghuni tetap dapat menjalankan kegiatan ekonomi secara normal.

Rusunawa Jagakarsa sendiri diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk warga yang tinggal di kawasan rawan banjir seperti Kebon Pala dan sejumlah wilayah lainnya di Jakarta.

Lebih lanjut, Rano berharap program hunian vertikal tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan tinggal di lingkungan yang lebih sehat dan aman, penghuni diharapkan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.

Pemerintah DKI menargetkan rumah susun menjadi bagian dari jenjang hunian masyarakat, sehingga setelah kondisi ekonomi membaik, warga dapat beralih ke hunian yang lebih permanen seperti rumah susun milik atau rumah tapak.

Advertisement

Melalui program relokasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap penataan kawasan bantaran sungai dapat berjalan lebih optimal sekaligus mengurangi dampak banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan di ibu kota.***

Exit mobile version