Connect with us

Ibu Kota

Siap-Siap, Pemprov DKI Jakarta akan Menonaktifkan Sekitar 94.000 KTP Warga

Avatar

Diterbitkan

pada

Pemprov DKI Jakarta akan merapihkan data kependudukan dengan menonaktifkan KTP warga DKI Jakarta yang tinggal di luar Jakarta.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Pemprov DKI Jakarta bakal menonaktifkan sekitar 94 ribu KTP warga Jakarta dengan sejumlah kriteria. Salah satunya warga yang masih memiliki KTP Jakarta padaha mereka sudah tidak tinggal di Jakarta lagi.

Selanjutnya, ada juga warga yang telah meninggal dunia namun masih memiliki KTP elektronik yang berlaku seumur hidup.

Penonaktifan KTP ini akan dilakukan secara bertahap, setiap bulan dan didahulukan dari warga yang telah meninggal dunia. “Warga yang sudah meninggal sebanyak 81.000 dan RT tidak ada sebanyak 13.000,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dalam keterangannya, Senin (26/2/2024).

Selanjutnya, kata Budi, penonaktifkan akan dilakukan kepada warga yang sudah tinggal di luar Jakarta, namun masih memiliki KTP DKI Jakarta.

Alasan penonaktifan KTP seperti yang disebut di atas adalah :
1. Keberatan dari pemilik rumah/kontrakan/bangunan
2. Penduduk yang sudah tidak berdomisili secara de facto selama lebih dari satu tahun
3. Pencekalan dari instansi/lembaga hukum terkait
4. Wajib KTP-el (e-KTP) yang tidak melakukan perekaman selama 5 tahun sejak usia wajib KTP

Advertisement

Pemprov DKI awalnya akan mulai menonaktifkan KTP warga tersebut pada Maret 2024. Namun, saat ini pihaknya masih menunggu hasil Pemilu 2024 sehingga proses penonaktifan akan dilakukan setiap bulan pasca-pengumuman hasil Pemilu 2024.

“Program penataan dan penertiban kependudukan sesuai domisili akan diberlakukan pasca-pemilu, saat ini kami masih menunggu hasil resmi dari KPU,” jelasnya.

Disdukcapil DKI hendak menertibkan administrasi kependudukan (adminduk) setelah mendapatkan rekomendasi dari DPRD DKI Jakarta.

“Memang ini hasil rekomendasi dari Komisi A DPRD DKI Jakarta pada saat kami paparan sosialisasi tahun lalu,” kata Budi.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement