Ibu Kota

Kamis Pagi 7 Agustus 2025, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Published

on

Kamis Pagi 7 Agustus 2025, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Udara Jakarta pada 7 Agustus 2025 ini masuk kategori buruk. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Kualitas udara di Jakarta pada Kamis pagi (7/8/2025)  termasuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat ketiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia. Masyarakat dihimbau untuk mengenakan masker.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Kamis (7/8/2025) pukul 05.38 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 164 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 74,3 mikrogram per meter kubik.

Penjelasannya, dengan indeks angka tersebut, tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga : Kualitas Udara Jakarta 22 Juli 2025 Terburuk di Dunia, Warga Dihimbau Pakai Masker

Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Advertisement

Sedangkan kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama, yaitu Kinshasa (Kongo-Kinshasa) di angka 193, urutan kedua Kampala (Uganda) di angka 162, urutan keempat Addis Ababa (Ethiopia) di angka 148 dan urutan kelima Manama (Bahrain) di angka 127.

Advertisement

Baca Juga : Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Tak Sehat, Jangan Lupa Jaga Kesehatan

Sementara itu, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) tersebar di kota metropolitan tersebut.

Dari SPKU tersebut, kemudian data yang diperoleh ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara.

Hal ini dibuat sebagai penyempurnaan dari yang sudah ada sebelumnya dan sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional.

Laman ini juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Vital Strategies.***

Advertisement
Exit mobile version