Home NasionalIbu Kota Kakorlantas: Kerumunan di Beberapa Titik Akibat Penyekatan Kini Sudah Mulai Terkendali.

Kakorlantas: Kerumunan di Beberapa Titik Akibat Penyekatan Kini Sudah Mulai Terkendali.

oleh Dwipraya

Foto: Humas Polri

FAKTUALid – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyebut penyekatan dalam PPKM Darurat berjalan efektif. Kerumunan yang sempat terjadi di beberapa titik akibat adanya penyekatan kini sudah mulai terkendali.

Hal itu disampaikan Istiono saat mengecek penyekatan pembatasan dan pengendalian mobilitas selama PPKM Darurat di Lenteng Agung atau perbatasan Depok-Jakarta.

“Hari senin (kemarin) ada penumpukan banyak dan antrian banyak yang ada di post penyekatan Lenteng Agung ini lebih kurang 1-2 km dan bagian evaluasi daripada Polda Metro,melakukan evaluasi. Dan hari ini kita cek bahwa penyempurnaan penyekatan yang dilaksanakan cukup baik,” ucap Kakorlantas A Polri Irjen Pol Istiono di pos penyekatan Lenteng Agung, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/7/2021).

Kakorlantas mengatakan antrian hari Rabu (7/7) ini sudah tak sepanjang pada pekan pertama kerja dalam PPKM Darurat hari Senin (5/7) lalu. Kakorlantas menyebut masyarakat yang diluar kategori esensial dan kritikal mulai sadar untuk tetap dirumah saja.

“Ini berkurangnya masyarakat di titik sini antrian hari ini kan sudah hanya 50- 100 meter saja enggak seperti hari senin kemarin 1-2 KM ini berkat kesadaran masyarakat. Saya berterimakasih masyarakat yang sudah sadar tidak berkepentingan keluar kalau enggak penting bener lebih baik di rumah saja,” jelasnya.

Kakorlantas menjelaskan, penyekatan di tiap titik dievaluasi agar tidak terjadi penumpukan atau kerumunan. Sekaligus memudahkan pekerja esensial dan kritikal untuk tetap bisa melewati penyekatan.

“Jadi ada kanalisasi-kanalisasi yang dilakukan, kita bisa menyeleksi antara sektor esensial dan kritikal yang ada disini, bahwa yang sebelah kanan kita atur roda dua, kemudian roda empat ditengah kemudian sebelah kanan adalah nakes ya,” terang dia.

“Dengan demikian pemilah-pemilah ini lebih mudah juga kita melihat apakah dia memenuhi syarat apa tidak, kalau tidak memenuhi syarat kita putar balikan, makanya masih ada putar balikan karena tidak memenuhi syarat,” sambung dia dilansir laman Polri.

Lebih lanjut, Kakorlantas menghimbau kepada perusahaan di sektor esensial dan kritikal agar mengeluarkan surat tugas kepada para pekerjanya untuk memudahkan petugas di lapangan mengecek di setiap penyekatan. Kakorlantas menjamin petugas akan memberi ruang kepada pekerja di sektor esensial dan kritikal dengan menunjukkan surat-surat identitas.

“Dan sektor esensial, kritikal saya berharap juga mengeluarkan surat dan penandaan agar kita ini lebih mudah, petugas mudah menyeleksi di lapangan ini sektor apa, esensial atau kritikal kalau enggak gitu kita putar balikan nah ini bagian langkah-langkah kita di lapangan yang harus terus kita kelola,” pungkasnya.

Terkait masyarakat yang ‘bandel’ dengan melawan arah atau lewat jalur tikus, Kakorlantas menegaskan akan menyiagakan petugas. Kakorlantas meminta kesadaran masyakarat untuk menekan penyebaran COVID-19 dengan tetap dirumah saja bila tidak ada kepentingan mendesak.

Diharapkan kerjasama semua pihak terutama masyarakat ini mobilitasnya yang cukup tinggi dan tidak bisa kita hindari untuk melakukan langkah-langkah pergerakan di lapangan saya pikir itu.

“Nanti yang bandel-bandel tetap kita hentikan dan tindak,kalau yang ngeyel-ngeyel akan kita pinggirkan kita periksa swab antigen, yang ngeyel-ngeyel periksa, yang nggak pakai masker, ngeyel kita swab antigen gratis, kita periksa kalau memang juga nggak bener kita balikan atau perlu kita kasih sanksi,” tuturnya.

“Ini kan situasi darurat saya mohon semua masyarakat paham akan situasi ini, ini pelaksaan PPKM Darurat sampai tanggal 20 Juli tolong bener-bener bersama-sama kita tidak usah main kucing-kucingan sama petugas dilapangan harusnya bersama-sama memerangi Covid-19 ini,” lanjut dia.

Pemerintah sebelumnya mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat untuk menekan penyebaran COVID-19 sejak 3-20 Juli 2021. Hanya pekerja di sektor esensial dan kritikal yang diperbolehkan untuk tetap bekerja. Selebihnya bekerja dari rumah atau Word From Home (WFH). ***

Tinggalkan Komentar