Connect with us

Ibu Kota

Tekan Covid-19 di Jakarta, Wagub DKI Perintahkan Satpol PP Galakkan Operasi Tertib Masker

Avatar

Diterbitkan

pada

Wakil Gubernur DKI Jakarta Achmad Riza Patria. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Wakil Gubernur DKI Jakarta Achmad Riza Patria memerintahkan kepada Satpol PP untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya masih banyak oknum masyarakat yang abai terhadap penggunaan masker dan protokoler lainnya.

“Kami minta dukungan dan partisipasi masyarakat untuk selalu disiplin projes 5M. Sekalipun kasus Covid-19 mulai menurun, tidak berarti kita semakin bebas. Justru mari kita dukung dengan prokes yang ketat agar percepatan penurunan lebih baik lagi,” kata Wagub Ariza di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (3/3/2022).

Pemprov DKI akan terus memberikan sanksi bagi para pelanggar prokes yang acuh terhadap keselamatan kesehatannya.

“Kami tetap akan memberikan sanksi bagi pelanggar prokes. Jadi, kami minta jajaran agar terus mendisiplinkan setiap warga atau unit-unit kegiatan yang melanggar,” ujar Ariza. Dia juga mengingatkan pengelola tempat ibadah agar tetap disiplin prokes karena berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak umat berkumpul di tempat ibadah tanpa masker.

Sebagaimana diketahui, jajaran Satpol PP DKI Jakarta tiap hari menggelar Operasi Tertib Masker di jalan raya maupun tempat keramaian. Setiap razia, petugas selalu mendapati banyak pelanggar yang kemudian dikenakan denda ataupun sanksi sosial membersihkan sarana umum. Jumlah pelanggar sangat banyak.

Advertisement

Satpol PP Jakarta Selatan dalam seminggu terakhir menjaring 1.988 pelanggar. “Selama tanggal 21-28 Februari kemarin kami mencatat sebanyak 1.988 orang terjaring operasi tertib masker,” ujar Kasatpol PP Jaksel Ujang Hermawan. Para pelanggar yang tak memakai masker itu, 1.980 orang dikenakan sanksi kerja sosial dan sisanya yang delapan orang didena masing-masing Rp 100 ribu.

Satpol PP juga mengawasi 423 restoran yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan. Sebanyak 17 pelaku usaha diberikan teguran tertulis karena melanggar. “Sebanyak 38 tempat keramaian dibubarkan. Kemudian di perkantoran, hasil 68 lokasi tidak ditemukan pelanggaran,” tutur Kasatpol PP Jaksel. ****

Lanjutkan Membaca
Advertisement