Ibu Kota
Masih di Pandemi Covid-19, Wagub DKI Ariza Imbau Masyarakat yang Berbuka Puasa di KRL Patuhi Aturan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Achmad Riza Patria. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Wakil Gubernur DKI Jakarta Achmad Riza Patria mengimbau masyarakat yang tengah berbuka puasa di dalam angkutan MRT maupun KAI Commuter hendaknya patuh terhadap aturan yang berlaku.
“Ingat, saat ini kita masih menghadapi pandemi Covid-19. Jadi, saat membatalkan puasa tetap wajib disiplin prokes,” imbaunya di Jakarta, Selasa (5/4/2022).
Di bulan Ramadhan 2022, MRT Jakarta dan KAI Commuter menerapkan kebijakan khusus yakni memperbolehkan penumpang membatalkan puasa saat berada di dalam gerbong. Namun hal itu hanya diperbolehkan selama 10 menit sejak dimulainya adzan Magrib.
Wagub Ariza mengimbau agar masyarakat yang ingin berbuka puasa di dalam gerbong tetap menjaga kebersihan dan prokes Covid-19. “Selain itu, penumpang jangan buang sampah sembarangan dan hindari mengobrol selama buka masker,” tambah Ariza.
Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan selama Bulan Ramadhan petugas di dalam perjalanan KRL akan menginformasikan waktu untuk berbuka puasa. “Commuter juga membolehkan penumpang untuk membatalkan puasanya hingga satu jam setelah waktu berbuka puasa saat berada di dalam perjalanan KRL. Selebihnya dari waktu itu, tidak boleh lagi,” ucap Anne.
KAI Commuter mengajak para pengguna saat berbuka puasa tetap disiplin menjaga protokol kesehatan serta menjaga kebersihan dan kenyamanan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Gunakan kembali masker dengan benar setelah selesai berbuka puasa. “Kami imbau saat membatalkan puasa dengan minuman dan makanan ringan secukupnya,” kata Anne.
Menurut Anne, petugas tetap menerapkan prokes secara ketat khususnya saat waktu berbuka puasa di dalam perjalanan KRL. “KAI Commuter mengajak para pengguna KRL untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan yang berlaku agar perjalanan kita bisa lebih aman, sehat, dan nyaman,” tutur Wagu Ariza. ****