Home Nasional Terkait PPN Sembako, Kemenkeu dan DPR Disarankan untuk Klarifikasi

Terkait PPN Sembako, Kemenkeu dan DPR Disarankan untuk Klarifikasi

oleh Dwipraya

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta Kementerian Keuangan dan lembaga terkait untuk mengklarifikasi kegaduhan soal draft RUU penerapan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako.

“Saya pikir baik kalau pihak kementerian menyampaikan klarifikasi yang benar. Sebab jangan sampai kelak ada imej seolah-olah semua mau dikenakan pajak, tentu tidak mungkin soal itu. Tidak mungkin,” ujar Ganjar aeusai meninjau penanganan Covid-19 di Kudus, Minggu (13/6/2021).

Menurutnya, jangan sampai muncul gambaran di masyarakat, kalau semuanya akan dipajaki dan segera diterapkan. Apalagi isu yang muncul di masyarakat saat ini, seolah-olah RUU sudah dibahas dan sudah akan selesai.

“Saya kira pemegang otoritas harus menjelaskan, boleh dari eksekutif boleh dari legislatif apa isinya Draft RUU dibuka saja,” tegasnya.

Ganjar mengaku, dihubungi dari Kementerian Keuangan dan dijelaskan terkait isu tersebut. Maka mestinya, Kementerian Keuangan maupun DPR bisa mengklarifikasinya.

“Diklarifikasi saja dulu, draftnya apa, isinya apa, benar nggak apa yang diceritakan. Saya kira kementerian keuangan ataupun dewan bisa mengklarifikasi soal itu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, muncul wacana terkait penerapan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako. Wacana tersebut tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Di dalam draf revisi tersebut, sembako tak lagi termasuk dalam obyek yang PPN-nya dikecualikan. Menurut Ganjar, rencana pemerintah soal penerapan PPN untuk sembako belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Namun, pihaknya menilai, kebangetan jika kebijakan tersebut diterapkan disaat kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk. (Ki Pujo Pandunung)***

Tinggalkan Komentar