Connect with us

Nasional

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Gubernur Mahyeldi Perlu Penambahan Agenda dan Promosi Wisata Sumbar

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah sebut pertumbuhan ekonomi Sumbar 4,36 persen pada 2022. (Ant)

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah sebut pertumbuhan ekonomi Sumbar 4,36 persen pada 2022. (Ant)

FAKTUAL-INDONESIA: Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat (Sumbar), perlu penambahan agenda dan promosi sektor pariwisata di daerah itu.

Demikian dikemukakan  Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Padang, Sabtu (26/3/2023).

“Hal itu sekaligus untuk menambah tingkat hunian kamar hotel dan rata-rata lama menginap wisatawan sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sumbar,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah seperti dilansir antaranews.com.

Mahyeldi mengatakan perkembangan industri pariwisata tidak lepas dari jumlah kunjungan wisatawan ke suatu daerah. Angka kunjungan yang dimaksud dapat ditinjau dari beberapa indikator.

Pertama, merujuk pada tingkat hunian kamar hotel serta rata-rata lamanya seorang wisatawan menginap di sebuah hotel baik tamu asing maupun dalam negeri.

Advertisement

Tingkat hunian kamar hotel berbintang pada Desember 2022 yakni 58,62 persen atau naik sebesar lima poin.

Eks Wali Kota Padang tersebut mengatakan bila dilihat dari klasifikasi hotel, terjadi peningkatan tingkat penghunian kamar (TPK) pada semua kategori hotel berbintang di Provinsi Sumbar.

Peningkatan paling tinggi yaitu hotel bintang dua sebesar 5,25 poin diikuti hotel bintang satu 1,42 poin. Sementara TPK hotel bintang tiga dan lima masing-masing turun 2,36 poin dan 3,98 poin.

Kemudian untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di Sumbar pada November 2022 yaitu 2,31 hari atau naik 0,75 hari bila dibandingkan pada bulan sebelumnya.

Dalam bagian lain Gubernur Mahyeldi menyebutkan pada 2022 pertumbuhan ekonomi di daerah itu naik cukup signifikan yakni mencapai 4,36 persen atau naik 1,07 persen jika dibandingkan 2021.

Advertisement

“Kondisi ekonomi di Sumbar terus mengalami peningkatan. Namun, angka itu masih di bawah angka rata-rata nasional yakni 5,31 persen,” Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Padang, Sabtu.

Peningkatan tersebut seiring diterapkannya beberapa kebijakan oleh pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi secara intensif, dan berkesinambungan sehingga ekonomi nasional mengalami peningkatan termasuk di Sumbar.

Secara umum pertumbuhan ekonomi 19 kabupaten dan kota di provinsi tersebut juga mengalami peningkatan pada 2022 bila dibandingkan 2021. Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah yang mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi di antaranya 18 daerah lainnya yakni 6,87 persen.

Berikutnya Kabupaten Kepulauan Mentawai menempati posisi kedua sebagai daerah laju pertumbuhan yang baik dengan capaian 4,94 persen, Kota Bukittinggi 4,64 persen. Sedangkan daerah laju pertumbuhan ekonomi paling rendah yaitu Kabupaten Sijunjung yakni 3,95.

Secara umum struktur ekonomi di Sumbar didukung oleh sejumlah lapangan usaha utama yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, reparasi sepeda motor maupun mobil serta transportasi dan pergudangan.

Advertisement

“Lapangan usaha tersebut memberikan sumbangan terhadap perekonomian Sumbar sebesar 48,58 persen,” kata mantan Wali Kota Padang tersebut.

Pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi sektor penyumbang terbesar dalam memberikan kontribusi pada perekonomian Sumbar yakni 21,20 persen. Namun, diakuinya kontribusi itu menurun bila dibandingkan 2021 sebesar 21,69 persen.

Terakhir, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi sepeda motor maupun mobil memberikan kontribusi sebesar 16,50 persen. Angka itu naik 15,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement