Nasional

Tidak Ada Ledakan tapi Satu Pekerja Tewas Akibat Gas Beracun Geothermal Dieng Bocor

Published

on

Dampak dari kejadian yang berlokasi di PT Geodipa Dieng mengakibatkan 1 orang meninggal Dunia dan 6 orang mengalami luka luka.

Dampak dari kejadian yang berlokasi di PT Geodipa Dieng mengakibatkan 1 orang meninggal Dunia dan 6 orang mengalami luka luka.

FAKTUAL-INDONESIA: Satu orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat kebocoran gas beracun geothermal Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah terjadi pada Sabtu sore (12/3 2022) sekira pukul 17.25 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber diketahui, gas dari  sumur yang berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Geo Dipa.

Akibat kejadian ini puluhan karyawan dilarikan ke Rumah Sakit diduga karena mengalami keracunan.

Dampak dari kejadian yang berlokasi di PT Geodipa Dieng mengakibatkan 1 orang meninggal Dunia dan 6 orang mengalami luka luka.

Kepala Bagian Humas PT Geo Dipa Energi Unit Dieng Chorul Anwar membenarkan kejadian tersebut.

Advertisement

Saat itu, para pekerja sedang dalam proses killing atau mematikan sumur panas bumi.

“Tidak terjadi ledakan di lokasi sumur yang dibor, sebagaimana informasi yang tersebar di media sosial. Karena sumur dalam posisi dimatikan. Pekerja diduga terkena gas beracun yang terkosentrasi di dalam alat pompa bor,” katanya.

Menurut Aan, saat ini lokasi sudah aman. Warga tidak perlu dikhawatirkan terjadi gas beracun susulan.

Apalagi sumur sudah dalam posisi dimatikan dan sedang tidak aktif. Sehingga tidak akan muncul gas beracun seperti yang dikhawatirkan.

Para pekerja yang mengalami keracunan segera dilarikan ke Puskesmas Kejajar untuk mendapatkan pertolongan. Korban yang keracunan dalam posisi kehabisan oxsigen dan perlu segera mendapatkan perawatan yang intensif.

Advertisement

Dikabarkan dari 9 korban keracunan gas beracun, 5 orang dilaporkan sudah dalam kondisi sadar, 3 korban masih belum stabil dan 1 orang lagi meninggal dunia. Hanya, belum didapat nama-nama dan alamat korban.

“Korban meninggal tidak di lokasi kejadian. Tapi sudah berada di Puskesmas Kejajar. Korban yang meninggal dunia diduga kehabisan oxsigen sesaat setelah mendapatkan pertolongan medis,” tambah Aan.

Direktur Utama RSUD KRT Soetjonegoro Wonosobo dr Danang Sananto Sasongko melaporkan semua korban yang semula mendapat penanganan awal di Puskesmas, kini sudah berada di RSUD KRT Soetjonegoro guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. ***

Advertisement
Exit mobile version