Connect with us

Nasional

Tangkal Tari Joged Bumbung Porno yang Viral, Disbud Bali siap Ajukan Aturan Ilikita

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Tari Joged Bumbung yang merupakan salah satu tari pergaulan masyarakat Bali telah dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan gerakan pornografi saat menarikan tarian itu.

Tari Joged Bumbung yang merupakan salah satu tari pergaulan masyarakat Bali telah dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan gerakan pornografi saat menarikan tarian itu.

FAKTUAL INDONESIA:  Joged Bumbung, tari pergaulan masyarakat Bali khususnya kaum muda-mudi, telah mendapat penghargaan masyarakat internasional dengan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

Namun di negeri sendiri, citra Joged Bumbung telah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menarikan tari pergaulan masyarakat Bali itu dengan gerakan pornografi.

Bahkan Joged Bumbung yang ditarikan dengan gerakan pornografi itu sempat viral sehingga mengundang berbagai reaksi keras.

Merespon fenomena yang merusak citra itu seperti dikutip dari antaranews.com, Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali telah menyelesaikan rancangan aturan mengenai Tari Joged Bumbung dan siap diajukan ke Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya.

“Kami membuat aturan baru bersama Majelis Kebudayaan Provinsi Bali, nanti kami akan ajukan ke Bapak Pj Gubernur Bali dijadikan bahan acuan kepada masyarakat se-kabupaten/kota,” kata Pamong Budaya Ahli Muda Disbud Bali Wayan Mardika di Denpasar, Jumat.

Advertisement

Ia menyebut ada dua poin dalam draf yang dinamakan Ilikita Tari Joged Bumbung, yaitu aturan tata gerak dan tata busana.

Aturan yang dibuat ini juga bagian dari arahan Pj Gubernur Bali yang turut menyayangkan ulah oknum yang menunjukkan gerakan pornografi dan berujung viral pada tarian tersebut.

“Ilikita Tari Joged Bumbung tidak boleh dilakukan penari joged dan pengibing. Pertama, aturan tata gerak sudah ada pakemnya seperti dilarang gerakan seperti orang berhubungan badan atau saling menindih,” ujar Mardika.

Disbud Bali menjelaskan gerakan pada Tari Joged Bumbung memang berupa hiburan dengan diikuti pengibing atau penonton yang dipilih penari untuk ikut menari, namun terdapat etika dan norma karena ditonton masyarakat umum.

Aturan kedua adalah tata busana, di mana semestinya penari menggunakan riasan dan pakaian sesuai pakem, termasuk kain kamen yang panjangnya tepat di atas mata kaki.

Advertisement

“Yang bertentangan sengaja memakai kamen yang belahannya sampai ke paha atas sampai kelihatan pakaian dalamnya, ya ada belah sedikit supaya bisa gerak tidak apa tetapi batasnya sampai betis,” kata dia.

Mardika mengatakan sebenarnya Disbud Bali sudah berupaya mengedukasi penari sejak 2017 saat video Tari Joged Bumbung dengan gerakan pornografi viral, namun mereka selalu berdalih tidak sadar melakukan itu.

“Ke depan kami akan memberikan edukasi biar Tari Joged Bumbung ini tidak terkubur oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, padahal itu dapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda,” ujarnya.

“Kami tidak bisa menindak apalagi dari segi pidana tidak bisa, tetapi kami hanya bisa dari edukasi atau melaporkan dan meluruskan yang sudah keluar jalur,” kata dia.

Tindakan Tegas

Advertisement

Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengatakan pemerintah provinsi setempat akan melakukan tindakan tegas terhadap aksi penari yang membawakan tari pergaulan Joged Bumbung dengan gerakan porno.

“Kami akan lakukan tindakan tegas di samping melakukan imbauan. Itu bareng berjalan, kami harapkan tidak terjadi lagi,” kata Sang Made di sela-sela menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali di Denpasar, beberapa waktu lalu seperti dikutip dari antaranews.com.

Menurut dia, Joged porno tidak enak untuk dilihat dan tidak boleh ada kata pasrah dalam menindak tegas perilaku dari oknum yang telah merusak citra dari salah satu tari pergaulan Bali itu.

“Kami optimistis bisa karena kearifan lokal masyarakat Bali luar biasa. Masyarakat juga patuh, tinggal kita imbau bahwa itu tidak elok untuk dilihat. Imbauan dan tindakan tegas,” ucapnya lagi.

Pandangan senada disampaikan Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama yang berharap pemerintah daerah dapat menindak tegas aksi penari Joged Bumbung porno.

Advertisement

“Selain itu aparat keamanan agar menindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya sembari berharap agar masyarakat adat jangan sampai mementaskan Joged porno.

Adi Wiryatama juga menyayangkan ada rekaman video yang beberapa waktu terakhir viral, yang memperlihatkan seorang pemangku (tokoh agama) tengah mengibingi penari Joged dengan gerakan porno

Dalam video yang telah beredar luas itu, terlihat pemangku yang “ngibing” mengenakan pakaian pemangku serba putih lengkap dengan udeng atau destar (ikat kepala). Mirisnya, aksi tak senonoh tersebut disaksikan oleh anak-anak.

Sebelumnya Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyatakan tengah mengkaji untuk membawa para penari Joged Bumbung porno ke jalur hukum. Padahal, sejak beberapa tahun terakhir Pemprov Bali telah mengerahkan berbagai cara menghentikan perusakan terhadap budaya ini.

“Upaya persuasif dan normatif sudah kami lakukan sejak dahulu bersama Paiketan Krama Bali. Oleh karena itu, sekarang sedang mengkaji satu cara yang paling mungkin memberantas itu dengan membawa ke ranah hukum,” kata Kadisbud Bali Gede Arya Sugiartha. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement