Nasional
Suarakan Nilai Kemanusiaan, Menag Nasaruddin Imbau Imam Masjid Tidak Mempertontonkan Persoalan Pribadi di Ruang Publik

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang juga Ketua Umum PP Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), meminta para imam masjid di Nusantara mengedepankan keteladanan dan menyuarakan nilai kemanusian. (Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau para imam masjid di Nusantara menjaga sikap dan tidak mempertontonkan persoalan pribadi di ruang publik. Menag Nasaruddin mengingatkan bahwa imam merupakan figur teladan dan tempat bergantung masyarakat.
Menag yang juga Ketua Umum PP Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), meminta para imam mengedepankan keteladanan dan menyuarakan nilai kemanusian.
“Imam harus memiliki sifat fashahah (fasih), afif (menjaga diri), muru’ah (bermartabat), istiqamah (konsisten), dan tawadhu (rendah hati). Dengan begitu, wibawa imam akan semakin kuat di tengah masyarakat,” kata Nasaruddin saat bersilaturahim dengan Pimpinan Wilayah IPIM Sulawesi Tengah di Palu, Sabtu (26/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Junaidin, serta jajaran pengurus PW IPIM Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat peran imam dalam pembinaan umat.
Seperti dilansir laman Kemenag, Senin (27/4/2026), Nasaruddin berharap keberadaan IPIM dapat memperkuat posisi dan peran imam di tengah masyarakat. Untuk itu, ia menekankan pentingnya persatuan di antara para pengurus dan anggota organisasi.
Nasaruddin menekankan pentingnya pemberdayaan imam masjid melalui penguasaan ilmu keagamaan yang komprehensif. Menag menegaskan pentingnya sikap moderat dalam beragama serta mendorong transparansi pengelolaan keuangan masjid. Ia menilai, manajemen masjid yang baik akan meningkatkan kepercayaan jamaah dan mempererat hubungan masyarakat dengan masjid.
Dalam kesempatan ini, Nasaruddin menginformasikan rencana pelaksanaan konferensi imam internasional yang akan digelar pada Agustus 2026 di Kalimantan Timur. “Melalui forum tersebut, kita diharapkan dapat menggagas diplomasi religius dan kemanusiaan. Imam sebagai tokoh agama perlu mampu menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya. ***