Connect with us

Nasional

Sabtu Tengah Malam Gunung Semeru Erupsi Hampir 2 Menit setelah Getarkan Gempa Banjir Lahar Dingin

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ilustrasi: Kolom abu vulkanik membumbung keluar dari kawah Gunung Semeru di Jawa Timur ketika gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi

Ilustrasi: Kolom abu vulkanik membumbung keluar dari kawah Gunung Semeru di Jawa Timur ketika gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi

FAKTUAL INDONESIA: Sabtu (24/2/2024) tengah malam, Gunung Semeru erupsi singkat sekitar hampir dua menit.

Saat petang beranjak ke malam,  Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu menghadirkan getaran gempa banjir lahar dingin yanjg terekam hampir dua jam akibat hujan deras mengguyur kawasan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Pagi hari Gunung Semeru juga erupsi pada pukul 06.33 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak (sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut).

Dikutip dari laman antaranews.com, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam peristiwa erupsi yang berlangsung selama 102 detik muncul dari kawah Gunung Semeru di Jawa Timur.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporannya yang diterima di Jakarta Sabtu mengatakan, letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu terjadi pukul 23.24 WIB.

Advertisement

“Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter,” kata Sigit.

Gunung Semeru juga erupsi pada pukul 06.33 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak (sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

Status gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu masih berstatus siaga atau level III, sehingga masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Advertisement

PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu.

Awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Berdasarkan pengamatan PVMBG, keberadaan sumber magma pada kedalaman enam kilometer menyebabkan Gunung Semeru aktif mengalami erupsi dan berbagai aktivitas kegempaan lainnya.

Pada tahun 2023, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut mengalami erupsi sebanyak 29.131 kali, dan menduduki posisi gunung berapi paling aktif di Indonesia.

Banjir Lahar Dingin

Advertisement

Getaran gempa banjir lahar dingin Gunung Semeru terekam hampir dua jam akibat hujan deras mengguyur kawasan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, Sabtu.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Yadi Yuliandi dalam laporan tertulisnya di Lumajang, Sabtu, menyebutkan bahwa pengamatan kegempaan aktivitas Gunung Semeru pada 24 Februari 2024 pukul 12.00-18.00 WIB menunjukkan adanya gempa getaran banjir lahar dingin.

“Terjadi satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 10 mm, dan lama gempa 6.093 detik,” katanya.

Selain terjadi getaran banjir, aktivitas Gunung Semeru juga mengalami 22 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 20-22 mm dan lama gempa 77-131 detik, kemudian 7 kali gempa embusan dengan amplitudo 3-5 mm dan lama gempa 41-43 detik.

“Untuk pengamatan secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah tenggara,” tuturnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement