Connect with us

Nasional

Rumah Terendam Air 1 M, Ratusan Warga Kabupaten Tangerang Mengungsi akibat Banjir

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sejumlah warga RT/RW 01/17 mengungsi akibat rumahnya terendam banjir di Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, akibat luapan kali dan jebolnya tanggul Situ Gelam Jaya. (Ant/Azmi Samsul Maarif)

Sejumlah warga RT/RW 01/17 mengungsi akibat rumahnya terendam banjir di Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, akibat luapan kali dan jebolnya tanggul Situ Gelam Jaya. (Ant/Azmi Samsul Maarif)

FAKTUAL-INDONESIA: Air dengan ketinggian hingga 1 meter merendam rumah sehingga ratusan warga, Kabupaten Tangerang, Banten, diungsikan akibat bencana banjir dari jebolnya tanggul situ di daerah itu.

Yang terparah rendaman banjir itu ada di RW/RT, 17/01 dengan jumlah 40 KK, 150 jiwa sehingga sebanyak 130 warga Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten mengungsi.

Dari sebanyak 871 KK dengan total 2.885 jiwa yang terdampak musibah banjir berada di delapan rukun warga (RW), diantaranya seperti di (RW) 06, 07, 08, 014, 015, 017, 018 dan 020. “Untuk warga yang mengungsi sedikitnya ada 130 orang dan itu juga mereka ada yang mengungsi di rumah sodaranya. Tetapi yang mengungsi di tempat yang disediakan kami itu ada sekitar 120 orang,” kata Camat Pasar Kemis, Sony Karsan di Tangerang, Minggu.

Ia mengatakan, hingga kini kondisi air yang merendam wilayah permukiman warga di RW 17 tersebut masih berlangsung dengan ketinggian sekitar 60 centimeter hingga satu meter lebih.

Tinggi muka air  sempat mencapai di atas dada orang dewasa.

Advertisement

“Kondisi saat ini air masih merendam sejumlah rumah warga, mulai dari ketinggian 60 centimeter sampai satu meter,” katanya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah membantu dan melakukan mengevakuasi terhadap warga yang terjebak musibah banjir tersebut.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga sudah memberikan sejumlah bantuan terkait kebutuhan warga yang menjadi korban banjir, diantaranya seperti bantuan logistik yang terdiri dari mie instan, sarden, kecap, sabun batang, air mineral dan nasi box.

“Dan allhamdulilah dengan kesigapan dari semua unsur baik dari kepala desa, camat, TNI/Polri dan BPBD telah melakukan penanganan dan evakuasi terhadap korban banjir, serta menyalurkan beberapa bantuan logistik untuk korban,” ujarnya.

Sementara, lanjut dia, berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh pihaknya sekitar 871 kepala keluarga (KK) yang ada di Kecamatan Pasar Kemis, terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan meluapnya sejumlah aliran kali dan jebolnya tanggul situ di wilayahnya itu.

Advertisement

“Untuk keseluruhan KK yang terdampak banjir itu ada 871 KK dengan 2.885 jiwa, yang terdapat di 11 RW dan 20 RT,” tuturnya.

Seperti dipantau dari media, antaranews.com melaporkan, ia mengatakan, banjir yang melanda wilayahnya disebabkan luapan sungai dan jebolnya tanggul di Gelam Jaya akibat tingginya intensitas hujan sejak Sabtu (12/11) 2022n.

“Alasan lainnya adalah intensitas hujan yang cukup tinggi, dan yang kami miliki di sana juga tidak mampu menampung air hujan yang deras. Akhirnya air yang melewati tanggul atau pagar pembatas rumah itu jebol,” katanya.

Ia juga mengatakan kejadian banjir sudah sering terjadi di wilayahnya, bahkan sudah menjadi langganan setiap tahun. Namun, banjir kali ini dinilai paling parah dari tahun sebelumnya.

“Memang daerah ini pernah dilanda banjir, tapi banjir kali ini yang terparah. Karena ketinggian air lebih dari 1 meter, banyak warga yang terkena dampaknya,” ujarnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca