Nasional

Penanganan Karhutla Dapat Dukungan Internasional, Pangkoopsudnas Minggit Tribowo: Kendali Taktis Operasional di bawah TNI AU

Published

on

Panglima Koopsudnas (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Minggit Tribowo saat memberi keterangan kepada para wartawan di Gedung Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (8/9/2026). (Foto: Gungdewan)

FAKTUAL INDONESIA: Penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menerjang sejumlah wilayah di Indonesia mendapatkan dorongan armada udara internasional. Pemerintah Jepang resmi mengerahkan tiga unit helikopter berat jenis CH-47 Chinook untuk mendukung operasi pemadaman di Pulau Kalimantan.

Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo mengonfirmasi bahwa seluruh armada bantuan negara sahabat tersebut telah dipastikan siap tiba dalam waktu dekat. Meski datang dari Jepang, kendali komando taktis operasional penuh berada di bawah naungan TNI Angkatan Udara.

“Teknis pelaksanaannya kami atur, area mana saja yang operasional bagi teman-teman negara sahabat ini, pemeliharaan pesawat, dukungan logistik, hingga aturan sortie. Semuanya tetap di bawah kendali Angkatan Udara,” tegas Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Pernyataan Pangkoopsudnas Minggit Tribowo itu saat menjawab pertanyaan para wartawan dalam acara press conference rencana pelaksanaan kejuaraan tingkat nasional Modern Pentathlon Indonesia Open, Panahan Open Piala Panglima TNI 2026 dan sepakbola Piala Kasau 2026 di Ruang Leo Watimena, Gedung Koopsudnas AU, Jakarta. Turut mendampingi  Kaskoopsudnas Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., serta Askomlek Kaskoopsudnas Marsma TNI Ida Bagus Ngurah Mardika Putra, S.T., M.M.

Berbagai kejuaraan olahraga tingkat nasional itu menjadi bagian dari rangkaian Piala Panglima TNI untuk memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI  yang diamanatkan kepada Koopsudnas TNI AU.

TNI AU Siagakan F-16 hingga Helikopter Caracal

Advertisement

Guna memadamkan titik api (hotspot) yang tersebar di Kalimantan, Sumatra, hingga Jawa, TNI AU telah menyiagakan alutsista utama beserta personel gabungan. Kolaborasi ini turut melibatkan matra TNI AD, TNI AL, Polri, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

”Sinergitas ini yang ingin kami bangun, apapun yang diberikan oleh rekan-rekan ini bisa memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Deretan alutsista udara yang dikerahkan TNI AU meliputi:

  • Pesawat Intai F-16: Digunakan untuk pemantauan titik api dan pemetaan wilayah terdampak secara presisi dari udara.
  • Helikopter EC725 Caracal: Difungsikan untuk operasi water bombing (pemboman air) serta evakuasi darurat.
  • Pesawat Angkut Logistik: Diterjunkan untuk mendistribusikan bantuan darurat dan peralatan pemadam kebakaran.

Pangkoopsudnas Minggit Tribowo menjelaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling aktif secara geologis di dunia karena masuk ke dalam wilayah sirkum Lingkar Api Pasifik atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pacific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik). Karena itu semua perlu berkolaborasi untuk menghadapi tantangan dengan banyak kemungkinan.

“Kita harus kolaborasi yang maksimal. Kita sejak akhir tahun yang lalu di uji di Sumatera, tapi sudah kurang, saat ini sedang tahap recovery. Kemudian kita masuk kepada bencana yang ada di NTT (Nusa Tenggara Timur) beberapa waktu yang lalu. Angkatan Udara menjadi bagian dari TNI, bagian dari negara kita, semaksimal mungkin memberdayakan aset apa yang kita miliki, tidak cuma alutsista berbagai macam jenis pesawat tapi juga personal dan supporting, kolaborasi dengan instansi yang lain,” ujarnya.

Minggit mengemukakan, tantangan memang tidak mudah namun komitmen pemerintah demikian besar sehingga semua kemampuan dikerahkan. Untuk membantu warga terdampak gempa di NTT sudah dikirim 1250 lebih ton barang-barang.

Advertisement

“Ini masih ada sisa yang harus kita dorong dan kita berjalan terus. Kemarin selama tiga hari juga sempat berhampat dengan erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga Lanud Halim ditutup karena kondisi yang tidak mendukung ada abu vulkanik sampai ke wilayah ini. Akhirnya kita gunakan bandara Kertajati untuk dukung logistik ke timur. Dan hari ini puji syukur, Alhamdulillah, sudah  kembali normal dan kita mulai lagi mengirimkankan barang-barang tersebut ke wilayah yang terdampak bencana,” tuturnya.

Kemudian untuk Karhutla  TNI AU aktif sejak 1,5 bulan yang lalu, dengan melibatkan berbagai jenis pesawat, mulai dari pesawat angkut,  pesawat berkemampuan khusus untuk modifikasi cuaca, pesawat yang mampu untuk waterbonding, ditambah dukung tim ALFA yang punya kemampuan khusus. Pasukan daerah kita juga terlibat di beberapa langkuh tersebut bahkan dengan membantu memadamkan.

“Juga perkembangan terakhir itu juga dibantu oleh negara sahabat, ini dalam proses, kita akan men-support semaksimum mungkin,” tegasnya. ***

Exit mobile version