Nasional
Pembukaan Munas MUI: Menag Nasaruddin Ingatkan Kemajuan Teknologi Tanpa Moral dan Etika Akan Lahirkan Monster

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada acara pembukaan Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (Munas MUI) IX di Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Kemenag)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada pembukaan Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (Munas MUI) XI Tahun 2025 di Jakarta, menyatakan, kemajuan digital harus dipastikan tetap memuliakan manusia. Teknologi itu harus punya jiwa.
Menag Nasaruddin mengingatkan, perkembangan teknologi tanpa panduan moral dapat melahirkan “monster” baru dalam kehidupan manusia.
“Dunia Informasi Teknologi (IT) yang berkembang sekarang dan di masa mendatang menjadi bagian dari gambaran dunia dalam Al-Qur’an tentang hubungan antara iqra dan bismirabbik Bila iqra berjalan tanpa nilai bismirabbik, maka arah perkembangan itu bisa kehilangan kendali. Jangan-jangan kondisi seperti itu justru melahirkan monster,” kata Menag Nasaruddin.
Dalam kesempatan itu Nasaruddin menyampaikan bahwa Indonesia perlu tampil sebagai pelopor etika global di tengah pembaruan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital.
Baca Juga : Hari Toleransi Internasional, Menag Nasaruddin Ajak Umat Perkuat Kerukunan yang Hidup di Indonesia Sejak Lama
“Teknologi berkembang begitu cepat, sementara moralitas kita kadang tertinggal. Karena itu Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna, tetapi harus menjadi bangsa yang memberi arah,” katanya.
Nasaruddin juga memaparkan bahwa isu etika teknologi kini menjadi pembahasan penting dalam dialog lintas agama dunia, termasuk agenda pertemuan di Vatikan pada Desember mendatang. “Kami membahas perlindungan kemanusiaan dari dehumanisasi digital, penyelamatan lingkungan dengan pendekatan agama, dan kebutuhan mendesak moralitas spiritual untuk mengawal AI. Tanpa etika, teknologi bisa bergerak menjadi sesuatu yang sangat membahayakan peradaban,” katanya.
Nasaruddin menilai Indonesia memiliki modal besar untuk berperan sebagai rujukan etika global. Hal ini didukung oleh tradisi keagamaan yang moderat dan kemampuan bangsa menjaga harmoni sosial.
“Kita memiliki tradisi keagamaan yang moderat, kepemimpinan ulama yang kuat, dan pengalaman panjang menjaga harmoni. Dunia melihat Indonesia mampu menghadirkan panduan moral yang relevan bagi masa depan,” ungkapnya.
Ketua MUI Bidang Infokom Masduki Baidlowi menambahkan bahwa perubahan digital menghadirkan tantangan baru dalam otoritas keagamaan. “Sekarang anak-anak muda bertanya tentang agama bukan ke ulama, tapi ke algoritma. Ini perubahan besar yang harus kita sikapi,” ujarnya.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Ungkap Fenomena Baru Perceraian, Istri Menggugat Suami atau Gugat Cerai Mendominasi
Ia berpendapat Munas XI menjadi momentum bagi MUI untuk merumuskan peran ulama dalam membimbing umat di tengah cepatnya perubahan teknologi.
Indonesia Tetap Stabil
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan banyak negara yang sedang mengalami ketidakstabilan ekonomi dan krisis fiskal, namun Indonesia justru mampu mempertahankan stabilitas dan menjalankan berbagai program nasional. Hal itu disampaikannya saat mewakili Presiden Prabowo membuka membuka Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia IX.
“Ada negara-negara yang sedang gagal menjalankan kewajiban fiskalnya, dan bahkan ada yang tidak sanggup lagi membayar diplomatnya. Sebagian negara terpaksa melakukan pemotongan gaji aparatur karena tekanan ekonomi yang berat. Tetapi di Indonesia, Alhamdulillah, situasinya masih tenang dan program-program pemerintah tetap berjalan,” ujar Menag Nasaruddin, Kamis (20/11/2025).
Nasaruddin kemudian menjelaskan bahwa berbagai program prioritas pemerintah tetap dilaksanakan sebagaimana direncanakan, termasuk pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan. Ia menyampaikan bahwa masyarakat masih dapat mengakses sejumlah fasilitas yang masuk dalam agenda nasional.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Sampaikan Islam di Indonesia Sangat Luwes dan Menghargai Tradisi Lokal kepada Delegasi IIS Austria
“Program Makan Bergizi Gratis tetap hadir untuk masyarakat, dan layanan kesehatan maupun pengobatan dasar tetap diberikan tanpa hambatan. Fasilitas pendidikan juga dapat diakses oleh anak-anak di berbagai daerah. Semua ini menunjukkan bahwa pelayanan publik terus berjalan meski dunia berada dalam situasi tidak menentu,” tuturnya.
Nasaruddin menambahkan bahwa pandangan internasional terhadap Indonesia juga berada dalam posisi positif. Ia menyampaikan hasil interaksinya dengan sejumlah pihak di luar negeri yang memberikan apresiasi terhadap stabilitas Indonesia di tengah krisis global.
“Saya baru kembali dari beberapa pertemuan luar negeri, dan nama Indonesia disebut dalam konteks yang baik. Banyak pihak melihat Indonesia sebagai negara yang tetap stabil di saat banyak negara lain sedang berada dalam tekanan. Persepsi ini menjadi modal penting bagi langkah-langkah Indonesia ke depan,” katanya.
Baca Juga : Menag Nasaruddin Sampaikan Kemenag Telah Alokasikan Anggaran Khusus untuk Rehabilitasi KUA dan Madrasah
Dalam kesempatan itu, ia mengajak MUI dan para pemuka agama untuk terus mendukung terciptanya suasana sosial yang damai agar proses pembangunan tidak terganggu. Menurutnya, stabilitas nasional perlu dijaga bersama, terutama pada masa penuh ketidakpastian seperti saat ini.
“Saya berharap keputusan-keputusan yang lahir dari Munas ini benar-benar memberi kebaikan bagi umat. Semoga hasilnya dapat memajukan kehidupan beragama dan memperkuat persatuan nasional. Semoga pula keputusan-keputusan ini memberi kontribusi bagi dunia internasional,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara ini Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Muzani, Ketua Dewan Pertimbangan MUI sekaligus Wakil Presiden ke 13 Maaruf Amin, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Sultan Bachtiar, Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar, Kepala Badan Intelejen Nasional Muhammad Herindra, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faizal, Wakil Menteri Perlindungan, Dewan Pertimbangan MUI Chairul Tanjung, dan tokoh masyarakat lainnya. ***