Nasional
Oh … Minyak Goreng – Di Oksibil Papua Tembus Rp 150.000 Per 5 Liter, Ricuh di Bengkulu

Penjual minyak goreng di Pegunungan Bintang Papua dan pembagian minyak goreng ricuh di Bengkulu Selatan. (KabarPapua.co/Abdel Syah/Instagram/@andreli_48)
FAKTUAL-INDONESIA: Oh …. Minyak goreng. Minyak goreng oh …..
Minyak goreng terus membawa cerita memprihatinkan di Tanah Air.
Selain harga minyak goreng melambung juga langka.
Tidak mengherankan bila masyarakat berebut untuk mendapatkan minyak goreng.
Bahkan untuk dapat minyak goreng rela antre dan berdesak-desakan sehingga sempat ada yang yang ricuh.
Namun ada juga yang kecewa karena setelah antre gagal mendapat minyak goreng setelah operasi pasar dibatalkan dengan alasan protokol kesehatan.
Siapa bilang harga di Pupua sudah sama dengan daerah lainnya di Indonesia?
Lihat saja harga minyak goreng di Distrik Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Kalau harga minyak goreng melambung sampai Rp 16.000/liter sudah membuat resah dan gelisah serta kelangkaan di Pulau Jawa dan Suamtera maka di Papua sudah tembus Rp 150.000/5lt masih dibilang murah.
Seperti dilaporkan Kabarpapua.co, harga minyak goreng di Distrik Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua tembus hingga harga Rp150 ribu per 5 liter.
Pemilik kios di distrik itu mengaku minyak goreng didatangkan dengan pesawat berbadan kecil dari Tanah Merah, Kabupaten Pegunungan Bintang dan dari Jayapura.
“Akses utama ke Oksibil, Pegunungan Bintang hanya lewat udara, sehingga di sini (Oksibil) semua barang kebutuhan pokok mahal,” jelas Siti Hawa, pemilik Kios Varia, Jumat 12 Maret 2022.
Siti menjelaskan harga tersebut relatif murah dibandingkan harga minyak goreng di distrik lainnya di Pegunungan Bintang. “Harga ini termasuk murah dibandingkan di distrik lainnya, karena distrik lain harus diangkut dengan cara sewa helikopter,” katanya.
Pasar Hamadi
Dia menambahkan, tidak hanya minyak goreng, kebutuhan pokok lainnya seperti beras harganya lebih mahal. Beras bermerek per 20 kilogram harganya Rp650 ribu – Rp700 ribu.
Tunda Operasi Pasar
Kepolisian menunda operasi pasar (OP) minyak goreng di sejumlah titik di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Jumat dan Sabtu (11-12/3/2022).
Alasannya karena massa tak bisa dikendalikan dan tak mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kapolres Rejang Lebong AKBP Tonny Kurniawan didampingi Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol CZI Trisnu Novawan saat memantau OP minyak goreng di Lapangan Dwi Tunggal Curup, Jumat (11/3/2022), mengatakan pelaksanaan OP minyak goreng ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Mengingat kegiatan di lokasi tadi tidak kondusif, kemudian banyak warga yang tidak mengindahkan imbauan petugas dan tidak mematuhi prokes, maka kegiatannya terpaksa kami tunda dan akan dijadwalkan kembali bersama dengan distributor,” kata dia.
Dia menjelaskan penundaan OP minyak goreng tersebut bukan hanya di Lapangan Dwi Tunggal Curup tetapi di lokasi lain di Lapangan Setia Negara Curupserta dua lokasi lain di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan dan Desa Taba Renah Kecamatan Curup Utara.
OP minyak goreng tersebut, kata dia, seluruhnya dibatalkan termasuk di sejumlah desa yang telah direncanakan sebelumnya. Kegiatan ini selanjutnya masih akan melihat kondisi di lapangan apakah bisa diteruskan atau tidak.
Sementara seorang warga yang diamankan anggota Polres Rejang Lebong usai OP minyak goreng di Lapangan Dwi Tunggal yang dibatalkan diduga memprovokasi warga sehingga nyaris terjadi kericuhan. Jika terbukti memprovokasi maka akan dilakukan penindakan.
“Satu orang yang diamankan tadi masih dalam pemeriksaan guna dimintai keterangan terlebih dahulu, jika nanti cukup bukti maka akan kita proses lebih lanjut,” katanya.
Sebelumnya pemda setempat bekerja sama dengan pengusaha bahan kebutuhan pokok di daerah itu berencana melaksanakan OP minyak goreng pada 11 Maret dan 12 Maret 2022 di empat lokasi berbeda, yakni di Lapangan Dwi Tunggal Curup dan Lapangan Setia Negara Curup. Kemudian di Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan dan satu lagi di Desa Taba Renah, Kecamatan Curup Utara.
Ricuh
Masih dari Bengkulu. Salah satu fenomena antrean pembelian minyak goreng yang sampai membuat warganet geleng-geleng kepala adalah di Lapangan Sekundang Setungguan, Bengkulu Selatan. Pasalnya tampak warga sampai berakhir ricuh demi membeli minyak goreng murah.
Dipantau Suara.com di akun Instagram @andreli_48, terlihat warga berkerumun demi mendapatkan minyak goreng. Bahkan nyaris tidak ada jarak di antara warga yang hendak menebus minyak goreng tersebut.
Tentu di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, kerumunan padat masyarakat seperti yang terekam di video sangat memicu kekhawatiran. Apalagi karena beberapa beberapa warga terlihat tidak mengenakan masker dengan benar, bahkan seorang petugas Satpol PP terlihat tak memakai masker.
Petugas itu juga terlihat seperti dikeroyok ibu-ibu yang ingin membeli minyak goreng murah. Usut punya usut, sang petugas Satpol PP rupanya juga ikut memperebutkan minyak goreng alih-alih membantu mengamankan jalannya operasi pasar.
“Beginilah suasana antrean minyak di lapangan Sekundang Bengkulu,” tulis @andreli_48, seperti dikutip pada Jumat (11/3/2022).
Pria atau wanita, tua maupun muda, semua tak segan saling mendorong untuk bisa mendapatkan minyak goreng. Teriakan juga terdengar bersahut-sahutan di video tersebut.
Sayangnya, warga yang sudah berkumpul di Lapangan Sekundang Setungguan berakhir marah lantaran banyak yang tidak kebagian minyak goreng walaupun sudah berjam-jam mengantre.
Warganet pun dibuat tidak habis pikir dengan fenomena berebut minyak goreng yang terjadi di berbagai wilayah Tanah Air ini. Apalagi karena beberapa warga yang berebut minyak goreng ada yang sampai berakhir tak sadarkan diri.
“Kaya zombie,” komentar warganet.
“Ya ampun . sampe kejang kejang mbak nya satpol PP,” kata warganet.
“Allhamdulillah medan terpantau aman tidak seperti ini min… kasihan banget bener-bener langka di sana,” tutur warganet lain.
“Akhirnya Corona hilang gara gara migor,” celetuk warganet, menyoroti warga yang tidak tertib mengenakan masker saat berebut minyak goreng.
“Ini bukan antrian tp rebutan..,” imbuh warganet lain.
“Mengerikan, fenomena hampir merata di beberapa daerah,” timpal yang lainnya. ***














